Obama yakinkan pemilih
Sabtu, 08 September 2012 - 11:18 WIB
Obama yakinkan pemilih
A
A
A
Sindonews.com - Empat tahun dirasa belum cukup untuk mewujudkan semua harapan yang pernah dia tawarkan. Agar semua bisa terwujud, Presiden Barack Obama meminta tambahan empat tahun lagi.
Ketika menerima nominasi sebagai calon presiden dari Partai Demokrat untuk pemilu presiden Amerika Serikat (AS) yang bakal digelar November mendatang, Obama menyatakan para pemilih di Negeri Paman Sam itu menghadapi pilihan sulit antara dirinya dan rivalnya dari Partai Republikan, Mitt Romney.
Obama menuturkan, apa yang telah dia lakukan selama empat tahun belakangan ini mungkin sulit tapi akan membawa kepulihan bagi perekonomian.
“Amerika, saya tidak pernah bilang bahwa perjalanan akan mudah dan saya tidak akan menjanjikannya sekarang,” ujar Obama dalam konvensi, seperti dikutip Reuters.
“Ya, jalan kita memang lebih sulit. Tapi ini membawa ke tempat yang lebih baik. Ya, jalan kita lebih panjang, tapi kita berjalan bersama-sama.”
Obama kemudian meminta agar rakyat Amerika bersabar dalam membangun kembali ekonomi dan memberinya kesempatan empat tahun lagi untuk memimpin negara itu.
Dengan mengungkapkan agenda untuk membuka jutaan lapangan kerja, memangkas USD4 triliun dari defisit, dan meningkatkan kekuatan negara di luar negeri, Obama menolak meninggalkan harapan yang pernah dia dengungkan pada Pemilu 2008 lalu.
“Ketahuilah, Amerika, masalah kita bisa terselesaikan,” ujarnya seperti dikutip AFP.
“Ketika kalian membuka surat suara, kalian akan menghadapi pilihan terjelas dalam sebuah generasi.”
Terjebak dalam pertarungan politik dalam dua bulan hingga pemilu, Obama menghadapi tantangan untuk meraih kembali keajaiban kampanye historisnya empat tahun lalu dan mendorong antusiasme di antara pemilih yang mengkhawatirkan masalah ekonomi.
Dan konvensi itu adalah kesempatan terbaik Obama untuk menarik negara itu hingga debat capres yang dimulai pada Oktober mendatang. Demokrat memperkenalkan pembicara tiap malam di event di Charlotte untuk merangkul bagian-bagian kunci basis pendukung mereka–dengan mempromosikan masalah wanita, bailout mobil Obama, pemilih Hispanik, hak kaum homoseksual, dan keamanan ekonomi bagi kelas menengah.
Pidato Obama itu dinilai sebagai usaha untuk merekonsiliasikan janji harapan dan perubahan yang pernah dia dengungkan dengan realitas kemustahilan untuk memenuhi harapan dan ekonomi yang masih terhuyung dari Great Recession.
Sebelum penampilan Obama, para pembicara di konvensi itu mengingatkan kembali catatan yang ditorehkannya, dari memerintahkan misi yang menyebabkan tewasnya Osama bin Laden hingga mencabut larangan kaum homoseksual mengabdi secara terbuka di militer.
“Tanyakan Osama bin Laden apa dia sekarang lebih baik ketimbang empat tahun lalu,” ujar Senator John Kerry, membalas argumen Republikan bahwa warga Amerika tidak lebih baik di bawah kepemimpinan Obama.
Wakil Presiden Joe Biden, yang secara formal dicalonkan untuk mendampingi Obama pada pemilu, memberikan pidato yang ramai. “Obama memiliki keberanian di jiwanya, kasih sayang di hatinya, dan kisaran baja,” ujar Biden yang memberikan pandangan intim atas bosnya itu.
Ketika menerima nominasi sebagai calon presiden dari Partai Demokrat untuk pemilu presiden Amerika Serikat (AS) yang bakal digelar November mendatang, Obama menyatakan para pemilih di Negeri Paman Sam itu menghadapi pilihan sulit antara dirinya dan rivalnya dari Partai Republikan, Mitt Romney.
Obama menuturkan, apa yang telah dia lakukan selama empat tahun belakangan ini mungkin sulit tapi akan membawa kepulihan bagi perekonomian.
“Amerika, saya tidak pernah bilang bahwa perjalanan akan mudah dan saya tidak akan menjanjikannya sekarang,” ujar Obama dalam konvensi, seperti dikutip Reuters.
“Ya, jalan kita memang lebih sulit. Tapi ini membawa ke tempat yang lebih baik. Ya, jalan kita lebih panjang, tapi kita berjalan bersama-sama.”
Obama kemudian meminta agar rakyat Amerika bersabar dalam membangun kembali ekonomi dan memberinya kesempatan empat tahun lagi untuk memimpin negara itu.
Dengan mengungkapkan agenda untuk membuka jutaan lapangan kerja, memangkas USD4 triliun dari defisit, dan meningkatkan kekuatan negara di luar negeri, Obama menolak meninggalkan harapan yang pernah dia dengungkan pada Pemilu 2008 lalu.
“Ketahuilah, Amerika, masalah kita bisa terselesaikan,” ujarnya seperti dikutip AFP.
“Ketika kalian membuka surat suara, kalian akan menghadapi pilihan terjelas dalam sebuah generasi.”
Terjebak dalam pertarungan politik dalam dua bulan hingga pemilu, Obama menghadapi tantangan untuk meraih kembali keajaiban kampanye historisnya empat tahun lalu dan mendorong antusiasme di antara pemilih yang mengkhawatirkan masalah ekonomi.
Dan konvensi itu adalah kesempatan terbaik Obama untuk menarik negara itu hingga debat capres yang dimulai pada Oktober mendatang. Demokrat memperkenalkan pembicara tiap malam di event di Charlotte untuk merangkul bagian-bagian kunci basis pendukung mereka–dengan mempromosikan masalah wanita, bailout mobil Obama, pemilih Hispanik, hak kaum homoseksual, dan keamanan ekonomi bagi kelas menengah.
Pidato Obama itu dinilai sebagai usaha untuk merekonsiliasikan janji harapan dan perubahan yang pernah dia dengungkan dengan realitas kemustahilan untuk memenuhi harapan dan ekonomi yang masih terhuyung dari Great Recession.
Sebelum penampilan Obama, para pembicara di konvensi itu mengingatkan kembali catatan yang ditorehkannya, dari memerintahkan misi yang menyebabkan tewasnya Osama bin Laden hingga mencabut larangan kaum homoseksual mengabdi secara terbuka di militer.
“Tanyakan Osama bin Laden apa dia sekarang lebih baik ketimbang empat tahun lalu,” ujar Senator John Kerry, membalas argumen Republikan bahwa warga Amerika tidak lebih baik di bawah kepemimpinan Obama.
Wakil Presiden Joe Biden, yang secara formal dicalonkan untuk mendampingi Obama pada pemilu, memberikan pidato yang ramai. “Obama memiliki keberanian di jiwanya, kasih sayang di hatinya, dan kisaran baja,” ujar Biden yang memberikan pandangan intim atas bosnya itu.
(hyk)