Demokrat resmi calonkan Obama

Jum'at, 07 September 2012 - 09:55 WIB
Demokrat resmi calonkan...
Demokrat resmi calonkan Obama
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrat secara resmi menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sebagai calon presiden (capres) yang maju pada pemilu November mendatang.

Pengumuman resmi tentang pencalonan Obama itu diungkapkan Demokrat pada konvensi di Charlotte, North Carolina. Sementara, Obama bakal menyampaikan pidato di konvensi itu pada Kamis (6/9) waktu setempat.

Saat berkunjung di Virginia, Obama mempertanyakan apakah rakyat Amerika Serikat (AS) lebih baik dibandingkan empat tahun lalu.“Jawabannya adalah pasti,” terang Obama, dikutip AFP.

Pertanyaan yang diajukan Obama itu sangat klasik pada kandidat yang masih berkuasa. Dia bakal menyampaikan berbagai kemajuan yang telah dilakukan pemerintahannya meski faktanya masih banyak rakyat AS yang masih menderita akibat resesi ekonomi.

“Kita sepenuhnya lebih baik dibandingkan ketika saya disumpah dan kehilangan 800.000 pekerjaan setiap bulannya,” kata Obama kepada media di Virginia.

Dia pun sedang mempersiapkan pidato konvensinya di Charlotte, North Carolina. Kurang dari sembilan pekan menuju pemilu Presiden AS, Obama masih berjuang untuk mengalahkan lawannya dari Republikan, Mitt Romney.

“Kesuksesan pengusaha sangat tergantung dengan jalan dan infrastruktur yang dibangun pemerintah,” kata Obama menyindir Romney dikutip AFP.

Sementara, mantan Presiden Bill Clinton pada Rabu (5/9) waktu setempat atau kemarin secara formal mengumumkan nominasi Barack Obama sebagai kandidat presiden dari Demokrat.

“Saya ingin Barack Obama menjadi presiden selanjutnya di Amerika Serikat. Saya bangga mengumumkan nominasinya dan menjadi standar Partai Demokrat,”kata Clinton.

“Saya ingin orang yang dipercayai tanpa ragu-ragu,dan membangun ekonomi Impian Amerika (American Dream).” Dia meminta rakyat yakin bahwa Obama mampu mengantarkan mereka ke gerbang kesejahteraan dan me-nyelesaikan pekerjaan.

“Dengan sepenuh hati saya,presiden ke- 44 tahun itu memimpin dengan luar biasa; jika tidak selesai, maka perlu dibangkitkan kembali,” kata Clinton. Clinton menjelaskan bahwa Obama telah menyelesaikan pertempuran berat yang penuh tantangan.

“Tidak ada presiden, tidak ada presiden,bukan saya atau pun pendahulu saya— tidak ada yang mampu menyelesaikan kebobrokan AS.Tapi, dia (Obama) menyelesaikan itu hanya dalam waktu empat tahun,”katanya.

Obama, kata Clinton,mampu meletakkan fondasi bagi ekonomi modern baru yang sukses dengan mengutamakan kesejahteraan.

“Apakah rakyat AS percaya apa yang saya katakan atau tidak,saya hanya ingin mengetahui bahwa saya percaya hal itu,”tuturnya. Pidato Clinton selama 45 menit itu memukau 15.000 pendukung Demokrat di Charlotte, North Carolina.

Dukungan para politisi senior Demokrat menjadi simbol perjuangan mereka untuk mengalahkan kandidat Republikan pada 6 November mendatang.

Clinton bukan saja memuji Obama.Tetapi, dia juga menjatuhkan Republikan. “Apa yang dilakukan Republikan sebagai alternatif alam semesta yang seyogianya untuk ditertawakan,” katanya.

Menurut Clinton, pertanyaan paling penting adalah negara seperti apa yang ingin ditinggali warga. “Jika kalian ingin berada di sesuatu yang menjadi milik kalian, pemenang dapat mengalahkan masyarakat, Anda seharusnya mendukung Republikan,”jawab Clinton.

Dalam hal pidato, Clinton memang jagonya. Saat pidato pelantikannya pada 1993, dia memperoleh dukungan 66% dalam jajak pendapat yang digelar CNN.Peringkat itu paling tinggi dibandingkan presiden lain.

Kevin Muth,delegasi Demokrat dari Florida, mengatakan, Clinton merupakan fenomenal. “Dia mampu menyampaikan pidato dengan bahasa yang mudah dimengerti banyak orang,” katanya dikutip Reuters.
()
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Berita Terkini
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
33 menit yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
2 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
2 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
4 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
4 jam yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
Operasi Pembongkaran...
Operasi Pembongkaran 30,16 Km Pagar Laut Tangerang Resmi Ditutup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved