Makam Yasser Arafat digali demi penyelidikan

Kamis, 06 September 2012 - 10:43 WIB
Makam Yasser Arafat...
Makam Yasser Arafat digali demi penyelidikan
A A A
Sindonews.com - Tiga hakim penyelidik Prancis akan terbang ke Ramallah di Tepi Barat untuk menggali makam mendiang Presiden Palestina Yasser Arafat. Hal ini sebagai bagian dari penyelidikan penyebab kematian pemimpin karismatik itu.

Para hakim penyidik itu bakal membutuhkan persetujuan dari Israel dan Otoritas Palestina untuk menggali makam Arafat. Tapi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengungkapkan keinginan pemerintahnya untuk menggali kembali makam Arafat di Ramallah.

Dalam sebuah pernyataan, janda Arafat, Suha, memaparkan, para hakim itu telah memberi tahu pengacaranya bahwa mereka telah memulai langkah- langkah yang diperlukan untuk terbang ke Ramallah di mana para ahli dari kepolisian akan melakukan beberapa tes di bawah otoritas mereka.

Menurut Suha, investigasi pembunuhan yang dilakukan Prancis itu seharusnya didahulukan daripada prosedur lainnya karena jaminan independensi dan kenetralannya yang tidak diragukan lagi. Suha mengajukan laporan pembunuhan terhadap suaminya kepada pengadilan Prancis pada 31 Juli lalu dan meminta pengadilan menyelidiki kematian suaminya pada November 2004.

”Jika perjalanan ini menerima lampu hijau, polisi ilmiah Prancis bisa segera mengambil sampel dari tubuh Yasser Arafat untuk melanjutkan penyelidikan mereka,” ungkap Suha seperti dikutip AFP.

Bulan lalu, Jaksa Prancis membuka penyelidikan pembunuhan dalam kematian Arafat yang wafat di usia 75 tahun menyusul klaim yang diajukan keluarganya setelah sebuah laboratorium di Swiss menemukan jejak radioaktif polonium di barang-barang milik mendiang Arafat.

Juli lalu, Liga Arab memberikan restu terhadap usulan dari Presiden Abbas untuk membuka sebuah komisi penyelidikan internasional atas kematian misterius Arafat. Otoritas Palestina pun menyetujui penyelidikan ini.

Polonium adalah zat yang sangat beracun dan jarang ditemukan di luar kalangan militer serta ilmiah. Zat ini digunakan untuk membunuh mantan matamata Rusia yang berubah menjadi kritikus seperti Alexander Litvinenko yang meninggal pada 2006 di London tak lama setelah meminum teh yang dicampur dengan racun.

Diketahui,sebuah laboratorium radiologi Swiss di Lausanne University Hospital Centre mengatakan pihaknya telah menerima lampu hijau dari Suha untuk menguji jenazah Arafat apakah dia memang meninggal akibat polonium.

Arafat dikirim ke rumah sakit militer Percy di Clamart,Paris, setelah menderita mual, muntah, sakit perut, dan diare akut di mana jumlah abnormal trombositnya sangat rendah dalam darah.

Dokter di rumah sakit pun melakukan berbagai tes, tetapi tidak dapat menentukan penyebab pasti penyakitnya. Beberapa hari setelah kedatangannya di Prancis, Arafat koma dan meninggal pada 11 November 2004.

Saat itu tidak ada autopsi. Media Prancis slate.fr pada Selasa (28/8) menerbitkan salinan laporan medis dalam kematian Arafat dan mengungkapkan bahwa gejala itu tidak konsisten dengan keracunan polonium.

Dokter Prancis yang merawat Arafat tidak pernah memberikan penjelasan mengenai kematian peraih Nobel Perdamaian itu.Sementara banyak warga Palestina yakin pemimpinya diracunIsrael, tetapinegara zionisitu menyangkal tuduhan tersebut.
()
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
20 menit yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
1 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
2 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
3 jam yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
4 jam yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
6 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved