Korut gelar pertemuan parlemen kedua
Kamis, 06 September 2012 - 10:11 WIB
Korut gelar pertemuan parlemen kedua
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara (Korut) kemarin dilaporkan menggelar sesi kedua parlemen,hanya lima bulan setelah Kim Jong-un mengambil alih kepemimpinan.
Negara miskin itu pun telah mengirimkan sinyal dalam rencananya untuk memperbaiki keretakan perekonomian.
Kelompok delegasi telah merakit pertemuan tahunan untuk mengadopsi secara resmi APBN dan untuk menyetujui perjanjian penting serta amendemen hukum. Perakitan ini pun digunakan untuk secara resmi guna mengumumkan keputusan yang dibuat oleh pimpinan negara.
“Presidium Majelis Rakyat Agung DPRK (Korut) pada Senin (3/9) lalu memutuskan untuk mengadakan sidang Majelis Agung Rakyat (SPA),” lapor KCNA yang dilansir Reuters.
“Menurut keputusan, sesi ke-6 dari SPA ke-12 itu akan diadakan di Pyongyang pada 25 September mendatang.”
Parlemen itu terakhir kali menggelar pertemuan pada April lalu,pada hari di mana Korut gagal dalam uji coba peluncuran rudal jarak jauh,dan dalam pertemuan itupun sebagian besar dibayangi oleh peringatan internasional terkait peluncuran rudal.
Profesor Yang Moo-jin dari Universitas Kajian Korea Utara di Seoul menilai parlemen Korut bakal meloloskan undangundang terkait kesepakatan terbaru dengan China dalam mengembangkan zona ekonomi di dekat perbatasan.
“Mereka juga tampaknya akan mendorong perubahan dalam kabinet pemerintah dan kantor kunci pemerintah,” papar dia kepada AFP.
Sedangkan, Profesor Kim Yong-hyun dari Universitas Dongguk memaparkan, sesi parlemen itu juga bisa mengadopsi peraturan yang ditujukan untuk memperluas reformasi internal, termasuk insentif bagi pekerja dan petani untuk meningkatkan produksi.
Korutdibawahkepemimpinan Jong-un telah mengirimkan sinyal rencana untuk memperkenalkan perubahan terhadap jalannya ekonomi dan pertanian yang belum mampu mendukung populasi dari 24 juta.
Jong-un, yang mengambil alih Korut pada bulan Desember telah menunjukkan gaya kepemimpinan yang berbeda dari sang ayah,akan tetapi tidak ada tanda-tanda ketegasan dari perubahan kebijakan dasar.
Negara miskin itu pun telah mengirimkan sinyal dalam rencananya untuk memperbaiki keretakan perekonomian.
Kelompok delegasi telah merakit pertemuan tahunan untuk mengadopsi secara resmi APBN dan untuk menyetujui perjanjian penting serta amendemen hukum. Perakitan ini pun digunakan untuk secara resmi guna mengumumkan keputusan yang dibuat oleh pimpinan negara.
“Presidium Majelis Rakyat Agung DPRK (Korut) pada Senin (3/9) lalu memutuskan untuk mengadakan sidang Majelis Agung Rakyat (SPA),” lapor KCNA yang dilansir Reuters.
“Menurut keputusan, sesi ke-6 dari SPA ke-12 itu akan diadakan di Pyongyang pada 25 September mendatang.”
Parlemen itu terakhir kali menggelar pertemuan pada April lalu,pada hari di mana Korut gagal dalam uji coba peluncuran rudal jarak jauh,dan dalam pertemuan itupun sebagian besar dibayangi oleh peringatan internasional terkait peluncuran rudal.
Profesor Yang Moo-jin dari Universitas Kajian Korea Utara di Seoul menilai parlemen Korut bakal meloloskan undangundang terkait kesepakatan terbaru dengan China dalam mengembangkan zona ekonomi di dekat perbatasan.
“Mereka juga tampaknya akan mendorong perubahan dalam kabinet pemerintah dan kantor kunci pemerintah,” papar dia kepada AFP.
Sedangkan, Profesor Kim Yong-hyun dari Universitas Dongguk memaparkan, sesi parlemen itu juga bisa mengadopsi peraturan yang ditujukan untuk memperluas reformasi internal, termasuk insentif bagi pekerja dan petani untuk meningkatkan produksi.
Korutdibawahkepemimpinan Jong-un telah mengirimkan sinyal rencana untuk memperkenalkan perubahan terhadap jalannya ekonomi dan pertanian yang belum mampu mendukung populasi dari 24 juta.
Jong-un, yang mengambil alih Korut pada bulan Desember telah menunjukkan gaya kepemimpinan yang berbeda dari sang ayah,akan tetapi tidak ada tanda-tanda ketegasan dari perubahan kebijakan dasar.
()