Pejabat Taiwan kunjungi Spratly
Rabu, 05 September 2012 - 11:15 WIB
Pejabat Taiwan kunjungi Spratly
A
A
A
Sindonews.com - Tiga anggota parlemen Taiwan mengunjungi Taiping, pulau terbesar di gugusan Kepulauan Spratly, kemarin. Pada saat bersamaan, pasukan Taiwan di sana menggelar latihan penembakan peluru aktif.
Anggota parlemen itu terbang dari pangkalan udara di selatan Taiwan pada pukul 7.00 pagi dengan pesawat C-130 dan tiba di Taiping tiga setengah jam kemudian.
“Kelompok itu mengamati latihan penembakan peluru aktif yang dilakukan oleh para penjaga pantai,” tutur juru bicara penjaga pantai Taiwan Hsieh Chin-chin, pada AFP.
Dua anggota parlemen dari Partai Kuomintang yang berkuasa dan satu anggota partai dari oposisi Partai Demokrat Progresif (DPP). Spratly merupakan gugusan kepulauan yang diklaim seluruhnya atau sebagian oleh Taiwan, China, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei. Negara-negara itu yakin kepulauan tersebut memiliki sumber daya alam yang melimpah berupa minyak bumi.
Selain itu,kepulauan itu terletak di rute perdagangan internasional yang sangat penting. Spratlys dan Laut China Selatan secara keseluruhan menjadi pusat konflik maritim berbagai negara karena perselisihan batas wilayah.
Masing-masing negara tampaknya terus melakukan tindakan provokasi untuk menegaskan klaimnya atas wilayah tersebut. Pada Juli Taiwan mengerahkan persenjataan artileri dan mortir di Taiping.
Semua negara yang mengklaim wilayah itu telah mengerahkan pasukan atau penjaga pantainya di kepulauan tersebut, kecuali Brunei.
Wilayah itu terdiri atas lebih dari 100 pulau kecil, karang, dan pulau karang, yang menyebar di area yang luas tapi total daratan hanya kurang dari lima kilometer persegi.
Ketegangan di Laut China Selatan meningkat pada Juli, saat China mengumumkan sebuah kota dan pasukan baru di Kepulauan Paracel yang juga menjadi pusat sengketa.
Pekan lalu kepala keamanan dan menteri dalam negeri Taiwan juga mengunjungi pulau tersebut. Langkah ini memicu kemarahan Vietnam.
Anggota parlemen itu terbang dari pangkalan udara di selatan Taiwan pada pukul 7.00 pagi dengan pesawat C-130 dan tiba di Taiping tiga setengah jam kemudian.
“Kelompok itu mengamati latihan penembakan peluru aktif yang dilakukan oleh para penjaga pantai,” tutur juru bicara penjaga pantai Taiwan Hsieh Chin-chin, pada AFP.
Dua anggota parlemen dari Partai Kuomintang yang berkuasa dan satu anggota partai dari oposisi Partai Demokrat Progresif (DPP). Spratly merupakan gugusan kepulauan yang diklaim seluruhnya atau sebagian oleh Taiwan, China, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei. Negara-negara itu yakin kepulauan tersebut memiliki sumber daya alam yang melimpah berupa minyak bumi.
Selain itu,kepulauan itu terletak di rute perdagangan internasional yang sangat penting. Spratlys dan Laut China Selatan secara keseluruhan menjadi pusat konflik maritim berbagai negara karena perselisihan batas wilayah.
Masing-masing negara tampaknya terus melakukan tindakan provokasi untuk menegaskan klaimnya atas wilayah tersebut. Pada Juli Taiwan mengerahkan persenjataan artileri dan mortir di Taiping.
Semua negara yang mengklaim wilayah itu telah mengerahkan pasukan atau penjaga pantainya di kepulauan tersebut, kecuali Brunei.
Wilayah itu terdiri atas lebih dari 100 pulau kecil, karang, dan pulau karang, yang menyebar di area yang luas tapi total daratan hanya kurang dari lima kilometer persegi.
Ketegangan di Laut China Selatan meningkat pada Juli, saat China mengumumkan sebuah kota dan pasukan baru di Kepulauan Paracel yang juga menjadi pusat sengketa.
Pekan lalu kepala keamanan dan menteri dalam negeri Taiwan juga mengunjungi pulau tersebut. Langkah ini memicu kemarahan Vietnam.
()