Cameron rombak kabinet
Rabu, 05 September 2012 - 10:46 WIB
Cameron rombak kabinet
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron kemarin memulai perombakan kabinet pemerintahannya. Reshuffle kabinet ini menjadi agenda pertama setelah parlemen kembali dari masa liburan.
Cameron memulai perombakan pertamanya dengan memindahkan Andrew Mitchell dari Kepala Sekretaris Pembangunan Internasional menjadi kepala disiplin internal partai Konservatif di parlemen.
“Andrew telah melakukan pekerjaan yang luar biasa sebagai sekretaris pembangunan Inggris.Dia telah membuat kebijakan pembangunan Inggris yang transparan, fokus, dan sangat efektif,” ujar Cameron.
“Menjabat sebagai kepala, Andrew akan menjamin dukungan kuat untuk program radikal legislatif, dengan kerja keras untuk memenangkan argumen di Commons serta memainkan peran besar dalam tim. Dia akan sangat berharga pada fase permulaan pemerintah, selanjutnya kepentingan misi dalam tugasnya adalah memulihkan ekonomi kita demi pertumbuhan dan mereformasi pelayanan publik.
“Tapi, Menteri Keuangan (Menkeu) George Osborne nampaknya akan tetap berada pada jabatannya, meskipun kemunduran ekonomi terus berlanjut di negara itu. Osborne, sekutu dekat Cameron, disoraki hadirin sebelum memberikan medali kepada pemenang Paralympic pada Senin (3/9) malam waktu setempat. Sorakan itu mewakili ketidaksukaan publik terhadap pemotongan anggaran yang berulang kali membuat target pemerintah meleset dan melesunya perekonomian.
“Dia jelas bakal bertahan,” ujar sumber yang dekat dengan diskusi reshuffle itu kepada Reuters. Pilihan ini tampaknya tidak akan populer bagi publik. Jajak pendapat memperlihatkan, warga Inggris merasa Osborne seharusnya dipecat tapi mengganti banyak menteri senior bisa diinterpretasikan sebagai pengakuan terhadap kegagalan kebijakan, terutama ekonomi.
Cameron diperkirakan bakal menggoyang tim ekonominya dengan memberikan peran baru di bidang ekonomi bagi Menteri Kehakiman Ken Clarke, yang dulunya pernah menjabat menteri keuangan.
Laporan AFP juga menyebutkan, Menteri Luar Negeri William Hague bersama dengan menteridalamnegeripundiperkirakan akan tetap bertahan pada posisinya walau popularitas koalisi pemerintah menurun.
Sepanjang musim liburan parlemen,Cameron telah menghadapi gejolak dari dalam partai tangan kanan konservatifnya sendiri, di mana salah satu mantan menteri menanyakan apakah dia “pria atau tikus.
“Sebuah jajak pendapat You- Gov dalam surat kabar The Sunday Times, dengan melibatkan responden sebanyak 1.739 menunjukkan dukungan bagi Konservatif di angka 35%.
Sementara dukungan untuk kiri-tengah Buruh sebanyak 41%, sedangkan Lib Dem berada di 9% dan pihaklainnya sebanyak14%.Sebanyak 60% orang merasa Cameron melakukan hal buruk sebagai perdana menteri,sementara 67% berpikir bahwa koalisi bekerja sama dengan buruk.
Cameron memulai perombakan pertamanya dengan memindahkan Andrew Mitchell dari Kepala Sekretaris Pembangunan Internasional menjadi kepala disiplin internal partai Konservatif di parlemen.
“Andrew telah melakukan pekerjaan yang luar biasa sebagai sekretaris pembangunan Inggris.Dia telah membuat kebijakan pembangunan Inggris yang transparan, fokus, dan sangat efektif,” ujar Cameron.
“Menjabat sebagai kepala, Andrew akan menjamin dukungan kuat untuk program radikal legislatif, dengan kerja keras untuk memenangkan argumen di Commons serta memainkan peran besar dalam tim. Dia akan sangat berharga pada fase permulaan pemerintah, selanjutnya kepentingan misi dalam tugasnya adalah memulihkan ekonomi kita demi pertumbuhan dan mereformasi pelayanan publik.
“Tapi, Menteri Keuangan (Menkeu) George Osborne nampaknya akan tetap berada pada jabatannya, meskipun kemunduran ekonomi terus berlanjut di negara itu. Osborne, sekutu dekat Cameron, disoraki hadirin sebelum memberikan medali kepada pemenang Paralympic pada Senin (3/9) malam waktu setempat. Sorakan itu mewakili ketidaksukaan publik terhadap pemotongan anggaran yang berulang kali membuat target pemerintah meleset dan melesunya perekonomian.
“Dia jelas bakal bertahan,” ujar sumber yang dekat dengan diskusi reshuffle itu kepada Reuters. Pilihan ini tampaknya tidak akan populer bagi publik. Jajak pendapat memperlihatkan, warga Inggris merasa Osborne seharusnya dipecat tapi mengganti banyak menteri senior bisa diinterpretasikan sebagai pengakuan terhadap kegagalan kebijakan, terutama ekonomi.
Cameron diperkirakan bakal menggoyang tim ekonominya dengan memberikan peran baru di bidang ekonomi bagi Menteri Kehakiman Ken Clarke, yang dulunya pernah menjabat menteri keuangan.
Laporan AFP juga menyebutkan, Menteri Luar Negeri William Hague bersama dengan menteridalamnegeripundiperkirakan akan tetap bertahan pada posisinya walau popularitas koalisi pemerintah menurun.
Sepanjang musim liburan parlemen,Cameron telah menghadapi gejolak dari dalam partai tangan kanan konservatifnya sendiri, di mana salah satu mantan menteri menanyakan apakah dia “pria atau tikus.
“Sebuah jajak pendapat You- Gov dalam surat kabar The Sunday Times, dengan melibatkan responden sebanyak 1.739 menunjukkan dukungan bagi Konservatif di angka 35%.
Sementara dukungan untuk kiri-tengah Buruh sebanyak 41%, sedangkan Lib Dem berada di 9% dan pihaklainnya sebanyak14%.Sebanyak 60% orang merasa Cameron melakukan hal buruk sebagai perdana menteri,sementara 67% berpikir bahwa koalisi bekerja sama dengan buruk.
()