Michelle buka konvensi Demokrat
Rabu, 05 September 2012 - 09:35 WIB
Michelle buka konvensi Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat hari ini membuka Konvensi Nasional di Charlotte, North Carolina, untuk mengukuhkan Barack Obama sebagai calon presiden (capres) pada pemilu November mendatang.
Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Michelle Obama turut menyemarakkan dengan memberikan pidato pembukaan Konvensi Nasional Demokrat pada Selasa 4 Agustumalam waktu setempat atau pagi hari ini WIB.Puncak tiga hari konvensi itu adalah pidato penerimaan Obama di hadapan lebih dari 65.000 pendukungnya di sebuah stadium sepak bola pada Kamis 6 September mendatang.
Dalam pidatonya, Michelle bakal menyampaikan kenapa rakyat AS harus memilih suaminya. Michelle diharapkan dapat mendongkrak dukungan pemilih perempuan kepada Obama. Pidato itu setelah empat tahun lalu saat Michelle menganggap nama suaminya lucu dan menjanjikan suaminya bakal menjadi presiden yang luar biasa.
Faktanya, saat ini dengan perekonomian yang masih lesu, tampaknya banyak rakyat AS meragukan apa yang dulu diungkapkan Michelle. Pidato Michelle itu diperkirakan bakal menandingi pidato istri capres dari Partai Republik Mitt Romney, Ann Romney.
Karena itu pula, banyak pihak yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan pidato Michelle kali ini .Apalagi,Konvensi Demokrat itu digelar sepekan setelah Konvensi Partai Republik di Tampa,Florida. Seperti 2008 silam, Konvensi Demokrat kali ini memilih lokasi di luar gedung pusat konvensi untuk pidato Obama, yakni di stadium sepak bola dengan kapasitas 74.000 kursi di Charlotte sebagai pidato penutup konvensi.
Penyelenggara konvensi bekerja keras untuk memastikan stadium itu penuh pendukungnya saat pidato Obama. Akan ada lebih dari 6.000 delegasi dan puluhan ribu pendukung. Namun masih ada kekhawatiran tentang perkiraan cuaca terjadinya badai petir di wilayah Charlotte yang dapat mengurangi minat pengunjung ke stadium tersebut.
Sementara, Presiden AS Barack Obama terus menggalang dukungan di negara bagian Ohio yang dikenal sebagai swing state karena tidak memiliki kecenderungan memihak capres Republik atau Demokrat. Namun, semua capres yang berhasil menduduki Gedung Putih, dia berhasil menang di Ohio. Saat berbicara dengan para pekerja automotif di Toledo, Obama menyatakan dana talangan untuk perusahaan automotif AS merupakan tanggung jawab pemerintah.
“Saya berjuang bersama rakyat Amerika, saya membela perusahaan Amerika, saya percaya pada Anda semua,”kata Obama,bertepatan dengan hari buruh AS di Ohio pada Senin 3 September kemarin. Selain itu, Obama mengunjungi korban Badai Isaac di New Orleans, Louisiana.
Dia bertemu pejabat pemerintahan lokal, petugas penyelamat dan para korban. “Saya ingin menghargai setiap orang di sini atas apa yang mereka lakukan untuk menjamin nyawa para korban yang selamat,” kata Obama di St John the Baptist, salah satu wilayah terparah yang diterjang badai.
Obama mengungkapkan terima kasih kepada Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) dan negara bagian yang telah belajar dari apa yang terjadi di masa lalu. Obama mengingatkan kegagalan pemerintahan Presiden George W Bush dari Partai Republik dalam menangani Badai Katrina pada 2005.
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney membantah kunjungan Obama itu untuk menyaingi Romney yang sebelumnya telah berkunjung ke New Orleans, salah satu wilayah bencana Badai Isaac, pekan lalu.
“Saya pikir masalah bencana jangan terlalu dipolitisasi,” kata Carney. Kubu Demokrat terus menggerakkan mesin kampanye untuk menaikkan pamor Obama. Mereka juga bekerja keras menjawab pertanyaan publik apakah pemerintahan Obama harus segera diakhiri. Wakil Presiden AS Joe Biden juga menegaskan bahwa Obama adalah pilihan paling tepat.
“Osama bin Laden tewas dan General Motors masih beroperasi,” katanya dikutip Reuters. Sementara, jajak pendapat Gallup menunjukkan pidato Romney pada konvensi lalu mendapat skor terburuk dibandingkan konvensi Republik lain sejak 1996. Hanya sebanyak 38% responden yang menyatakan pidato Romney bagus.
Padahal, capres sebelumnya dari Republik, John McCain, pada 2008 mendapat 47%. Perolehan Romney itu paling rendah dibandingkan pidato penerimaan nominasi konvensi sejak Republikan mencalonkan Bob Dole pada 1996. Gallup menyimpulkan kalau Konvensi Nasional Republik gagal menyampaikan pesan bahwa Romney merupakan kandidat presiden unggulan mereka.
Selanjutnya, poling Gallup menunjukkan Obama masih unggul 47% dibandingkan Romney 46% untuk menduduki Gedung Putih.Ini menunjukkan kedua belah pihak harus bersaing keras untuk meraih simpati publik.
Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Michelle Obama turut menyemarakkan dengan memberikan pidato pembukaan Konvensi Nasional Demokrat pada Selasa 4 Agustumalam waktu setempat atau pagi hari ini WIB.Puncak tiga hari konvensi itu adalah pidato penerimaan Obama di hadapan lebih dari 65.000 pendukungnya di sebuah stadium sepak bola pada Kamis 6 September mendatang.
Dalam pidatonya, Michelle bakal menyampaikan kenapa rakyat AS harus memilih suaminya. Michelle diharapkan dapat mendongkrak dukungan pemilih perempuan kepada Obama. Pidato itu setelah empat tahun lalu saat Michelle menganggap nama suaminya lucu dan menjanjikan suaminya bakal menjadi presiden yang luar biasa.
Faktanya, saat ini dengan perekonomian yang masih lesu, tampaknya banyak rakyat AS meragukan apa yang dulu diungkapkan Michelle. Pidato Michelle itu diperkirakan bakal menandingi pidato istri capres dari Partai Republik Mitt Romney, Ann Romney.
Karena itu pula, banyak pihak yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan pidato Michelle kali ini .Apalagi,Konvensi Demokrat itu digelar sepekan setelah Konvensi Partai Republik di Tampa,Florida. Seperti 2008 silam, Konvensi Demokrat kali ini memilih lokasi di luar gedung pusat konvensi untuk pidato Obama, yakni di stadium sepak bola dengan kapasitas 74.000 kursi di Charlotte sebagai pidato penutup konvensi.
Penyelenggara konvensi bekerja keras untuk memastikan stadium itu penuh pendukungnya saat pidato Obama. Akan ada lebih dari 6.000 delegasi dan puluhan ribu pendukung. Namun masih ada kekhawatiran tentang perkiraan cuaca terjadinya badai petir di wilayah Charlotte yang dapat mengurangi minat pengunjung ke stadium tersebut.
Sementara, Presiden AS Barack Obama terus menggalang dukungan di negara bagian Ohio yang dikenal sebagai swing state karena tidak memiliki kecenderungan memihak capres Republik atau Demokrat. Namun, semua capres yang berhasil menduduki Gedung Putih, dia berhasil menang di Ohio. Saat berbicara dengan para pekerja automotif di Toledo, Obama menyatakan dana talangan untuk perusahaan automotif AS merupakan tanggung jawab pemerintah.
“Saya berjuang bersama rakyat Amerika, saya membela perusahaan Amerika, saya percaya pada Anda semua,”kata Obama,bertepatan dengan hari buruh AS di Ohio pada Senin 3 September kemarin. Selain itu, Obama mengunjungi korban Badai Isaac di New Orleans, Louisiana.
Dia bertemu pejabat pemerintahan lokal, petugas penyelamat dan para korban. “Saya ingin menghargai setiap orang di sini atas apa yang mereka lakukan untuk menjamin nyawa para korban yang selamat,” kata Obama di St John the Baptist, salah satu wilayah terparah yang diterjang badai.
Obama mengungkapkan terima kasih kepada Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) dan negara bagian yang telah belajar dari apa yang terjadi di masa lalu. Obama mengingatkan kegagalan pemerintahan Presiden George W Bush dari Partai Republik dalam menangani Badai Katrina pada 2005.
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney membantah kunjungan Obama itu untuk menyaingi Romney yang sebelumnya telah berkunjung ke New Orleans, salah satu wilayah bencana Badai Isaac, pekan lalu.
“Saya pikir masalah bencana jangan terlalu dipolitisasi,” kata Carney. Kubu Demokrat terus menggerakkan mesin kampanye untuk menaikkan pamor Obama. Mereka juga bekerja keras menjawab pertanyaan publik apakah pemerintahan Obama harus segera diakhiri. Wakil Presiden AS Joe Biden juga menegaskan bahwa Obama adalah pilihan paling tepat.
“Osama bin Laden tewas dan General Motors masih beroperasi,” katanya dikutip Reuters. Sementara, jajak pendapat Gallup menunjukkan pidato Romney pada konvensi lalu mendapat skor terburuk dibandingkan konvensi Republik lain sejak 1996. Hanya sebanyak 38% responden yang menyatakan pidato Romney bagus.
Padahal, capres sebelumnya dari Republik, John McCain, pada 2008 mendapat 47%. Perolehan Romney itu paling rendah dibandingkan pidato penerimaan nominasi konvensi sejak Republikan mencalonkan Bob Dole pada 1996. Gallup menyimpulkan kalau Konvensi Nasional Republik gagal menyampaikan pesan bahwa Romney merupakan kandidat presiden unggulan mereka.
Selanjutnya, poling Gallup menunjukkan Obama masih unggul 47% dibandingkan Romney 46% untuk menduduki Gedung Putih.Ini menunjukkan kedua belah pihak harus bersaing keras untuk meraih simpati publik.
()