Khamenei: Timur Tengah harus bebas nuklir
Kamis, 30 Agustus 2012 - 11:30 WIB
Khamenei: Timur Tengah harus bebas nuklir
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar lebih berperan untuk mewujudkan kawasan Timur Tengah yang bebas nuklir.
Usai menghadiri pertemuan Gerakan Non-Blok di Teheran, Iran, kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon, Khamenei menekankan pelucutan senjata nuklir menjadi kepedulian seluruh umat manusia.
"Iran kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang terbebas dari pengelolaan nuklir di Timur Tengah, dan PBB harus melakukan tindakan serius untuk meredam kekhawatiran pengembangan senjata nuklir yang terus berkembang," ungkap Khamenei seperti diberitakan Presstv, Kamis (30/8/2012).
Khamenei juga memperingatkan Ban, produksi senjata nuklir yang terus yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel merupakan bahaya yang mengancam kawasan. Khamenei berharap PBB segera mengambil tindakan untuk menanggapi hal ini.
Khamenei menuturkan, AS selama ini telah membuat sebuah rekayasa atas program pengayaan nuklir Iran. Kedua negara tersebut berusaha melancarkan serangan dari dunia maya untuk menghancurkan fasilitas pengelolaan nuklir Iran.
Sementara itu, International Atomic Energy Agency (IAEA) berperan sangat lambat dalam menghadapi tindakan agresif kedua negara ini.
Khamenei juga mengecam sikap diam PBB atas ancaman serangan militer AS dan Isreal terhadap Iran. Sebagai sebuah badan dunia, seharusnya PBB mampu untuk segara mengatasi serangan tersebut.
Menanggapi semua ungkapan yang disampaikan Khamenei, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengungkapkan rasa keprihatinannya atas isu nuklir Iran.
Ban menawarkan agar Iran bekerja sama lebih dalam dengan IAEA dan semua anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan masalah nuklirnya.
Usai menghadiri pertemuan Gerakan Non-Blok di Teheran, Iran, kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon, Khamenei menekankan pelucutan senjata nuklir menjadi kepedulian seluruh umat manusia.
"Iran kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang terbebas dari pengelolaan nuklir di Timur Tengah, dan PBB harus melakukan tindakan serius untuk meredam kekhawatiran pengembangan senjata nuklir yang terus berkembang," ungkap Khamenei seperti diberitakan Presstv, Kamis (30/8/2012).
Khamenei juga memperingatkan Ban, produksi senjata nuklir yang terus yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel merupakan bahaya yang mengancam kawasan. Khamenei berharap PBB segera mengambil tindakan untuk menanggapi hal ini.
Khamenei menuturkan, AS selama ini telah membuat sebuah rekayasa atas program pengayaan nuklir Iran. Kedua negara tersebut berusaha melancarkan serangan dari dunia maya untuk menghancurkan fasilitas pengelolaan nuklir Iran.
Sementara itu, International Atomic Energy Agency (IAEA) berperan sangat lambat dalam menghadapi tindakan agresif kedua negara ini.
Khamenei juga mengecam sikap diam PBB atas ancaman serangan militer AS dan Isreal terhadap Iran. Sebagai sebuah badan dunia, seharusnya PBB mampu untuk segara mengatasi serangan tersebut.
Menanggapi semua ungkapan yang disampaikan Khamenei, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengungkapkan rasa keprihatinannya atas isu nuklir Iran.
Ban menawarkan agar Iran bekerja sama lebih dalam dengan IAEA dan semua anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan masalah nuklirnya.
()