Forum Negara Pasifik digelar, AS ikut serta
Selasa, 28 Agustus 2012 - 16:49 WIB
Forum Negara Pasifik digelar, AS ikut serta
A
A
A
Sindonews.com - Hari ini sejumlah pemimpin Forum Pasifik resmi membuka pertemuan Pacific Islands Forum di Rarotonga, Kepulauan Cook. Pertemuan ini bertemakan Large Ocean States - The Pacific Challenge.
Seperti dilansir China.org.cn, Selasa (28/8/2012), dalam pertemuan yang digelar 27-31 Agustus mendatang, 15 perwakilan negara akan mengungkapkan kontribusi signifikan yang telah dilakukan untuk samudra pasifik. Mereka juga akan dituntut untuk berkomitmen memberikan inovasi dalam pengelolaan kelautan.
Terselenggaranya pertemuan ini tidak terlepas dari hasil pertemuan tingkat pemimpin 2010 lalu. Kerangka kerja pertemuan negara-negara Pasifik ini mengatur pengelolaan konservasi terpadu dari Samudera Pasifik dan kepulauan.
Untuk mendukung konservasi ekosistem Pasifik, pertemuan ini membahas kesehatan dan keamanan laut, pemerintahan, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, penelitian meningkat dan investasi pengetahuan, serta memfasilitasi kemitraan dan kerjasama.
Perdana Menteri Kepulauan Cook Henry Puna mengatakan, kerangka kerja tersebut akan berperan penting untuk melindungi dan juga mengembangkan Kepulauan Pasifik.
"Pertemuan ini akan menjadi sebuah kontribusi besar bagi kesejahteran umat manusia," ungkap Puna.
Sementara itu, dalam sesi diskusi nantinya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton juga hadir di Kepulauan Cook.
Sejumlah analis berpendapat, kehadiran AS dalam forum pasifik tersebut menjadi pertanda adanya poros kepentingan negeri adidaya itu, sekaligus upaya pembendungan pengaruh China di kawasan Pasifik.
Namun Sekretaris Parlemen Australia untuk Pasifik, Richard Marles, memiliki pandangan berbeda soal pertemuan ini.
"Saya tidak melihat pertemuan ini sebagai upaya untuk membendung pengaruh China," katanya. "Tapi saya melihatnya sebagai reposisi kepentingan AS." pandang Marles seperti diberitakan ABCnews.
Marles mengungkapkan, AS datang membawa sejumlah penawaran bagi negara di kawasan Pasifik. Sementara Pemerintah Australia sendiri menyambut baik kemajuan pembangunan China.
Sudah saatnya negara di kawasan Pasifik terbiasa dengan pertumbuhan pengaruh China di kawasan ini.
Seperti dilansir China.org.cn, Selasa (28/8/2012), dalam pertemuan yang digelar 27-31 Agustus mendatang, 15 perwakilan negara akan mengungkapkan kontribusi signifikan yang telah dilakukan untuk samudra pasifik. Mereka juga akan dituntut untuk berkomitmen memberikan inovasi dalam pengelolaan kelautan.
Terselenggaranya pertemuan ini tidak terlepas dari hasil pertemuan tingkat pemimpin 2010 lalu. Kerangka kerja pertemuan negara-negara Pasifik ini mengatur pengelolaan konservasi terpadu dari Samudera Pasifik dan kepulauan.
Untuk mendukung konservasi ekosistem Pasifik, pertemuan ini membahas kesehatan dan keamanan laut, pemerintahan, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, penelitian meningkat dan investasi pengetahuan, serta memfasilitasi kemitraan dan kerjasama.
Perdana Menteri Kepulauan Cook Henry Puna mengatakan, kerangka kerja tersebut akan berperan penting untuk melindungi dan juga mengembangkan Kepulauan Pasifik.
"Pertemuan ini akan menjadi sebuah kontribusi besar bagi kesejahteran umat manusia," ungkap Puna.
Sementara itu, dalam sesi diskusi nantinya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton juga hadir di Kepulauan Cook.
Sejumlah analis berpendapat, kehadiran AS dalam forum pasifik tersebut menjadi pertanda adanya poros kepentingan negeri adidaya itu, sekaligus upaya pembendungan pengaruh China di kawasan Pasifik.
Namun Sekretaris Parlemen Australia untuk Pasifik, Richard Marles, memiliki pandangan berbeda soal pertemuan ini.
"Saya tidak melihat pertemuan ini sebagai upaya untuk membendung pengaruh China," katanya. "Tapi saya melihatnya sebagai reposisi kepentingan AS." pandang Marles seperti diberitakan ABCnews.
Marles mengungkapkan, AS datang membawa sejumlah penawaran bagi negara di kawasan Pasifik. Sementara Pemerintah Australia sendiri menyambut baik kemajuan pembangunan China.
Sudah saatnya negara di kawasan Pasifik terbiasa dengan pertumbuhan pengaruh China di kawasan ini.
()