Harry pun seharusnya bisa setenang William
Minggu, 26 Agustus 2012 - 09:41 WIB
Harry pun seharusnya bisa setenang William
A
A
A
Sindonews.com – Pangeran William dikabarkan menyatakan rasa tidak sukanya saat diberi tahu bahwa foto telanjang adiknya, Pangeran Harry, terpampang di internet pada Rabu 22 Agustus lalu. Bahkan, Duke of Cambridge itu cukup terganggu dengan keberadaan cerita di seputar foto sang adik.
Tidak heran jika William merasa terganggu dengan keberadaan foto-foto itu. Sebagai seorang kakak,wajar jika suami Kate Middleton itu tidak mau kehidupan pribadi sang adik diumbar di muka umum dan bahkan dicetak di media massa.
Namun, apa pun yang terjadi dengan foto-foto itu, publik kemudian tergelitik untuk membandingkan tingkah laku Harry dengan sang kakak,William. Harry dan William adalah dua sosok yang berbeda. Harry terlihat sebagai sosok playboy dan liar, sementara William adalah sosok yang lebih tenang. Tapi keduanya punya persamaan, yaitu sama-sama sering membuat headline di media massa.
Pekan lalu William menjadi berita utama setelah turut menyelamatkan para hiker yang terluka,termasuk Darlene Burton, wanita asal Ontario yang mengalami patah kaki saat aktivitas itu, di Wales dengan helikopter penyelamatnya. Sementara, adiknya Harry. Menjadi headline dengan toto telanjangnya di Las Vegas.
Robert Jobson, koresponden kerajaan dan penulis buku William & Kate: The Love Story dan biografi Pangeran Harry, Harry’s War, mencatat bahwa Harry adalah seorang penghibur, sedangkan William adalah seorang pemikir. Harry dengan mudah memikat banyak orang begitu berada di depan kamera dan mikrofon. Dia seorang yang hangat, nakal, ekstrover dan tahu bagaimana mencari kesenangan.
Tak salah jika banyak orang pun suka kepadanya. Menurut Jobson, yang beberapa kali bertemu langsung dengan Harry dan William, seperti mendiang ibunya, Diana, Harry itu punya kekurangan dan itulah yang menyebabkan orang tertarik padanya.
“Orang suka cara gilanya dan tampak bisa memaafkan Harry kalau dia berbuat salah,”tulis Jobson di CNN.
Harry pernah membuat heboh saat mengenakan seragam Nazi, mengaku menggunakan narkoba, mengonsumsi minuman keras,dan melontarkan komentar rasis. Namun, orang selalu memaafkannya, bahkan untuk foto telanjangnya kali ini pun malah banyak yang membelanya.
Beberapa berpendapat Harry adalah lakilaki muda, lajang, dan ingin bersenang-senang. Yang lainnya justru mengecam orang yang mengeluarkan foto itu, karena dianggap sebagai pelanggaran privasi.
Menurut Jobson,alasan mengapa banyak orang yang memaafkan Harry karena Kapten Korps Udara Angkatan Darat Inggris itu tidak akan benarbenar bermahkota raja. Jadi, dia bisa memiliki seluruh ketenaran dan kekayaan, tapi sebenarnya hanya punya sedikit tanggung jawab.
Kondisi berbeda dialami William, sebagai pewaris kedua kerjaan Inggri ia selalu lebih hati-hati, mungkin menyadari bahwa suatu hari kepalanyalah yang bakal mengenakan mahkota. Tapi setelah beranjak dewasa, William mampu melakonkan perannya secara sempurna. Dia berbicara dan mempresentasikan diri dengan baik. Terlebih sejak menikahi Kate Middleton, dia tampak lebih percaya diri dan tenang.
Dia lebih suka menghabiskan malam dengan tenang atau makan malam di restoran Italia bersama istri. William juga mengombinasikan tugas-tugasnya dengan tur luar negeri resmi dan melakukannya kenal lelah. Tak jarang, dia harus menyelesaikan tugasnya di rumah sakit atau tempat amal setelah bertugas selama 24 jam. (Alvin)
Tidak heran jika William merasa terganggu dengan keberadaan foto-foto itu. Sebagai seorang kakak,wajar jika suami Kate Middleton itu tidak mau kehidupan pribadi sang adik diumbar di muka umum dan bahkan dicetak di media massa.
Namun, apa pun yang terjadi dengan foto-foto itu, publik kemudian tergelitik untuk membandingkan tingkah laku Harry dengan sang kakak,William. Harry dan William adalah dua sosok yang berbeda. Harry terlihat sebagai sosok playboy dan liar, sementara William adalah sosok yang lebih tenang. Tapi keduanya punya persamaan, yaitu sama-sama sering membuat headline di media massa.
Pekan lalu William menjadi berita utama setelah turut menyelamatkan para hiker yang terluka,termasuk Darlene Burton, wanita asal Ontario yang mengalami patah kaki saat aktivitas itu, di Wales dengan helikopter penyelamatnya. Sementara, adiknya Harry. Menjadi headline dengan toto telanjangnya di Las Vegas.
Robert Jobson, koresponden kerajaan dan penulis buku William & Kate: The Love Story dan biografi Pangeran Harry, Harry’s War, mencatat bahwa Harry adalah seorang penghibur, sedangkan William adalah seorang pemikir. Harry dengan mudah memikat banyak orang begitu berada di depan kamera dan mikrofon. Dia seorang yang hangat, nakal, ekstrover dan tahu bagaimana mencari kesenangan.
Tak salah jika banyak orang pun suka kepadanya. Menurut Jobson, yang beberapa kali bertemu langsung dengan Harry dan William, seperti mendiang ibunya, Diana, Harry itu punya kekurangan dan itulah yang menyebabkan orang tertarik padanya.
“Orang suka cara gilanya dan tampak bisa memaafkan Harry kalau dia berbuat salah,”tulis Jobson di CNN.
Harry pernah membuat heboh saat mengenakan seragam Nazi, mengaku menggunakan narkoba, mengonsumsi minuman keras,dan melontarkan komentar rasis. Namun, orang selalu memaafkannya, bahkan untuk foto telanjangnya kali ini pun malah banyak yang membelanya.
Beberapa berpendapat Harry adalah lakilaki muda, lajang, dan ingin bersenang-senang. Yang lainnya justru mengecam orang yang mengeluarkan foto itu, karena dianggap sebagai pelanggaran privasi.
Menurut Jobson,alasan mengapa banyak orang yang memaafkan Harry karena Kapten Korps Udara Angkatan Darat Inggris itu tidak akan benarbenar bermahkota raja. Jadi, dia bisa memiliki seluruh ketenaran dan kekayaan, tapi sebenarnya hanya punya sedikit tanggung jawab.
Kondisi berbeda dialami William, sebagai pewaris kedua kerjaan Inggri ia selalu lebih hati-hati, mungkin menyadari bahwa suatu hari kepalanyalah yang bakal mengenakan mahkota. Tapi setelah beranjak dewasa, William mampu melakonkan perannya secara sempurna. Dia berbicara dan mempresentasikan diri dengan baik. Terlebih sejak menikahi Kate Middleton, dia tampak lebih percaya diri dan tenang.
Dia lebih suka menghabiskan malam dengan tenang atau makan malam di restoran Italia bersama istri. William juga mengombinasikan tugas-tugasnya dengan tur luar negeri resmi dan melakukannya kenal lelah. Tak jarang, dia harus menyelesaikan tugasnya di rumah sakit atau tempat amal setelah bertugas selama 24 jam. (Alvin)
()