Afghanistan tuding intelijen asing serang NATO
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 16:04 WIB
Afghanistan tuding intelijen asing serang NATO
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Afghanistan menuding peran intelijen asing sebagai dalang di balik peningkatan serangan terhadap pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) di negara tersebut.
Tudingan ini diungkap Afghanistan setelah melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan. Organisasi intelijen ini dituding sengaja mengacaukan kekuatan pasukan Afghanistan dari dalam.
Disimpulkan Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, intelijen asing yang berperan membuat keruh situasi berasal dari Pakistan dan Iran. Intelijen kedua negara ini sengaja merekrut pemuda Afghanistan untuk menyerang tentara dan polisi Pakistan di wilayah barat.
Juru bicara Presiden Afghanistan Aimal Faizi mengatakan, Dewan Keamanan Nasional Afghanistan memiliki cukup bukti untuk membuktikan organisasi asing itu berusaha mencuci otak pemuda Afghanistan.
"Metode ini merupakan salah satu cara untuk menghancurkan Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan sekaligus membuktikan kelemahan dan ketidak berdayaan Afghanistan untuk melindungi keamanan nasionalnya secara mandiri," ungkap Faizi seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Jumat (24/8/2012).
Pemerintah Afghanistan memiliki sejumlah dokumen, bukti percakapan, rekaman gambar, yang menunjukan kontak langsung antara pemuda Afghanistan dan organisasi intelijen asing tersebut.
Sementara itu, menanggapi laporan tersebut, Presiden Afghanistan Hamid Karzai berjanji akan memperkuat kekuatan pasukan keamanan Afghanistan.
Tudingan ini diungkap Afghanistan setelah melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan. Organisasi intelijen ini dituding sengaja mengacaukan kekuatan pasukan Afghanistan dari dalam.
Disimpulkan Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, intelijen asing yang berperan membuat keruh situasi berasal dari Pakistan dan Iran. Intelijen kedua negara ini sengaja merekrut pemuda Afghanistan untuk menyerang tentara dan polisi Pakistan di wilayah barat.
Juru bicara Presiden Afghanistan Aimal Faizi mengatakan, Dewan Keamanan Nasional Afghanistan memiliki cukup bukti untuk membuktikan organisasi asing itu berusaha mencuci otak pemuda Afghanistan.
"Metode ini merupakan salah satu cara untuk menghancurkan Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan sekaligus membuktikan kelemahan dan ketidak berdayaan Afghanistan untuk melindungi keamanan nasionalnya secara mandiri," ungkap Faizi seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Jumat (24/8/2012).
Pemerintah Afghanistan memiliki sejumlah dokumen, bukti percakapan, rekaman gambar, yang menunjukan kontak langsung antara pemuda Afghanistan dan organisasi intelijen asing tersebut.
Sementara itu, menanggapi laporan tersebut, Presiden Afghanistan Hamid Karzai berjanji akan memperkuat kekuatan pasukan keamanan Afghanistan.
()