Inggris larang media rilis foto telanjang Pangeran Harry
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 10:01 WIB
Inggris larang media rilis foto telanjang Pangeran Harry
A
A
A
Sindonews.com – Tak ingin aib itu terus menerus disebar dan dijadikan ejekan, pihak Istana St James akhirnya meminta media Inggris berhenti memublikasikan foto telanjang Pangeran Harry. Pasalnya foto yang kali pertama diunggah situs gosip asal Amerika Serikat (AS),TMZ telah membuat pihak istana Kerajaan Inggris kalang kabut.
Istana St James telah mengonfirmasikan bahwa mereka mengontak Komisi Pengaduan Pers atas kemungkinan penggunaan foto telanjang Harry. Langkah itu dilakukan setelah mereka mendengar bahwa sejumlah koran di Inggris mempertimbangkan untuk memasang foto itu.
Sampai sekarang, belum satu pun media di Inggris yang menggunakan foto itu meski surat kabar Sun telah mengejek salah satu foto itu dan muncul di blog politik. Istana yakin,publikasi foto foto yang diambil di sebuah hotel di Las Vegas—merupakan pelanggaran privasi.
Mantan Editor Eksekutif News of the World Neil Wallis menyebut keputusan untuk tidak memasang foto itu memperlihatkan bahwa Penyidikan Leveson telah “menetralkan” koran-koran Inggris. Sebelum ada Penyidikan Leveson terhadap etika dan praktik media, Wallis pasti telah memasang foto-foto itu,tapi penyidikan itu telah “mensterilisasi”pers. “Situasinya menyenangkan, baik, situasi koran klasik.
Masalahnya, pada era pasca- Leveson, di mana koran takut terhadap bayangannya sendiri, mereka tidak berani melakukan yang sebagian besar negara, kalau mereka melihatnya di koran, akan mengira itu ‘sebuah bahan tertawaan’,” papar Wallis kepada Newsnight di BBC Two.
“Tidak ada yang dicelakai dan mereka tidak akan memikirkan yang lebih buruk terhadap koran atau pun Pangeran Harry.” Menurut Wallis, publik pasti tertarik melihat foto-foto itu terpampang di koran. “Dia adalah pewaris ketiga takhta kerajaan, dia berada di panggung dunia selama beberapa pekan dan dia seharusnya dikelilingi petugas keamanan,” ujar dia.
Sementara, mantan editor Sun, Kelvin MacKenzie, mengatakan bahwa foto-foto itu merupakan cerita fantastis. “Secara harfiah,ada wartawan yang cakap menilainya, namun entah di salah satu ujung pasar lainnya yang mungkin akan mengatakan, terima kasih Tuhan,” ungkap Mackenzie. “Ini tidak memengaruhi Pangeran Harry sama sekali.
Istana St James telah mengonfirmasikan bahwa mereka mengontak Komisi Pengaduan Pers atas kemungkinan penggunaan foto telanjang Harry. Langkah itu dilakukan setelah mereka mendengar bahwa sejumlah koran di Inggris mempertimbangkan untuk memasang foto itu.
Sampai sekarang, belum satu pun media di Inggris yang menggunakan foto itu meski surat kabar Sun telah mengejek salah satu foto itu dan muncul di blog politik. Istana yakin,publikasi foto foto yang diambil di sebuah hotel di Las Vegas—merupakan pelanggaran privasi.
Mantan Editor Eksekutif News of the World Neil Wallis menyebut keputusan untuk tidak memasang foto itu memperlihatkan bahwa Penyidikan Leveson telah “menetralkan” koran-koran Inggris. Sebelum ada Penyidikan Leveson terhadap etika dan praktik media, Wallis pasti telah memasang foto-foto itu,tapi penyidikan itu telah “mensterilisasi”pers. “Situasinya menyenangkan, baik, situasi koran klasik.
Masalahnya, pada era pasca- Leveson, di mana koran takut terhadap bayangannya sendiri, mereka tidak berani melakukan yang sebagian besar negara, kalau mereka melihatnya di koran, akan mengira itu ‘sebuah bahan tertawaan’,” papar Wallis kepada Newsnight di BBC Two.
“Tidak ada yang dicelakai dan mereka tidak akan memikirkan yang lebih buruk terhadap koran atau pun Pangeran Harry.” Menurut Wallis, publik pasti tertarik melihat foto-foto itu terpampang di koran. “Dia adalah pewaris ketiga takhta kerajaan, dia berada di panggung dunia selama beberapa pekan dan dia seharusnya dikelilingi petugas keamanan,” ujar dia.
Sementara, mantan editor Sun, Kelvin MacKenzie, mengatakan bahwa foto-foto itu merupakan cerita fantastis. “Secara harfiah,ada wartawan yang cakap menilainya, namun entah di salah satu ujung pasar lainnya yang mungkin akan mengatakan, terima kasih Tuhan,” ungkap Mackenzie. “Ini tidak memengaruhi Pangeran Harry sama sekali.
()