Ledakan bom tewaskan 7 tentara Afghanistan
Kamis, 16 Agustus 2012 - 19:04 WIB
Ledakan bom tewaskan 7 tentara Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya tujuh orang Tentara Nasional Afghanistan (Afghan National Army/ANA) diberitakan tewas. Sementara dua orang lainya mengalami luka-luka akibat ledakan bom di pinggir jalan di Provinsi Baghlan.
"Seperangkat bom yang ditanam di jalan Nowrozak, di daerah Baghlan-e-Markazi meledak ketika tentara ANA sedang melintasi jalan itu," ungkap seorang pejabat senior militer Afghanista, Janullah Khan, seperti diberitakan Press TV, Kamis (16/8/2012).
Hingga kini belum dikatahui siapa dalang dibalik aksi pemboman. Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Kemarin, ledakan bom juga menghantam sebuah pasar di Provinsi Herat. Akibat ledakan ini, setidaknya 14 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Situasi keamanan di Afghanistan terus memburuk paska Pemerintah Afghanistan memutuskan untuk tidak memperpanjang misi tentara internasional (North Atlantic Treaty Organization/ NATO).
Saat ini, sebanyak 130 ribu tentara Amerika Serikat (AS) masih bertugas di Afghanistan. Militer AS bekerjasama dengan tentara dan polisi Afghanistan untuk menjaga perdamian di negara bekas konflik itu.
"Seperangkat bom yang ditanam di jalan Nowrozak, di daerah Baghlan-e-Markazi meledak ketika tentara ANA sedang melintasi jalan itu," ungkap seorang pejabat senior militer Afghanista, Janullah Khan, seperti diberitakan Press TV, Kamis (16/8/2012).
Hingga kini belum dikatahui siapa dalang dibalik aksi pemboman. Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Kemarin, ledakan bom juga menghantam sebuah pasar di Provinsi Herat. Akibat ledakan ini, setidaknya 14 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Situasi keamanan di Afghanistan terus memburuk paska Pemerintah Afghanistan memutuskan untuk tidak memperpanjang misi tentara internasional (North Atlantic Treaty Organization/ NATO).
Saat ini, sebanyak 130 ribu tentara Amerika Serikat (AS) masih bertugas di Afghanistan. Militer AS bekerjasama dengan tentara dan polisi Afghanistan untuk menjaga perdamian di negara bekas konflik itu.
()