Fu Ying tuntut Jepang bebaskan warga China

Kamis, 16 Agustus 2012 - 17:49 WIB
Fu Ying tuntut Jepang...
Fu Ying tuntut Jepang bebaskan warga China
A A A
Sindonews.com - Pemerintah China menuntut Pemerintah Jepang untuk segera membebaskan warga negaranya yang ditahan akibat menjejakkan kaki di Pulau Dokdo.

Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Fu Ying telah meminta duta besar China di Jepang, Uichiro Niwa, untuk menjamin keselamatan warga China yang ditahan Pemerintah Jepang.

’’Kami mendesak pihak berwenang Jepang untuk segera membebaskan warga China yang ditahan tanpa syarat,” tegas Fu Ying, seperti dikutip Xinhua, Kamis (16/8/2012).

Sementara Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda belum menanggapi pernyataan Menlu China. Pemerintah Jepang menahan warga China karena mereka dinyatakan telah melanggar hukum yang berlaku di negara itu.

Kepolisian Jepang melaporkan, sebanyak lima orang warga China ditangkap petugas keamanan Jepang karena mereka mendarat di gugusan pulau tak berpenghuni di Laut China Timur. Sedangkan tujuh orang lainnya berenang menuju sebuah pulau kecil di dekatnya.

Sementara dua orang sisanya kembali ke kapal. Meskipun telah berusaha melarikan diri, petugas keamanan Jepang berhasil mengangkap 14 warga China yang mengunjungi Pulau Dokdo.

’’Kapal China yang berlayar dari Hongkong telah mendarat di salah satu pulau pada kepulauan Dokdo untuk menanam bendera China,” ujar penjaga pantai Jepang, seperti dikutip The New York Times.

Pemerintah Jepang menangkap belasan warga China yang berlabuh di Pulau Dokdo menggunakan kapal Hongkong. Pulau yang terletak di wilayah perbatasan itu telah lama disengketakan kedua negara. Bangsa Jepang menamai pulau itu Senkakus, tetapi di China pulau tersebut dikenal dengan sebutan Dokdo.

Sejak pekan lalu, para aktivis China gencar melakukan protes pasca pengklaiman Pulau Dokdo oleh Jepang. Pulau yang terletak di perbatasan Jepang dengan China itu telah memicu ketegangan diantara kedua negara.

Demonstran asal Negeri Tirai Bambu itu menganggap pendaratan mereka di Pulau Dokdo itu bukan tindakan ilegal. Mereka merasa tidak memerlukan paspor untuk menginjakkan kaki di pulau yang masih termasuk wilayah China.
()
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
40 menit yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
1 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
2 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
3 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
3 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved