SBY: ASEAN solid atasi sengketa Laut China Selatan
Kamis, 16 Agustus 2012 - 11:54 WIB
SBY: ASEAN solid atasi sengketa Laut China Selatan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) senang dengan kesolidan para pemimpin ASEAN. Para anggota ASEAN telah bekerjasama untuk memprioritaskan penyelesaian code of conduct di Laut China Selatan.
“Melalui “code of conduct” yang dibahas oleh sejumlah pemimpin pada ASEAN dan East Asia Summit di Bali tahun 2011 yang lalu, kita dapat memelihara stabilitas, keamanan dan ketertiban di wilayah Laut China Selatan,” ungkap SBY dalam pidato kenegaraan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (16/8/2012).
SBY mengajak semua pihak terus bersatu mendorong keterpaduan dan peran sentral ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan di kawasan maupun di luar kawasan, termasuk perkembangan terkait Laut China Selatan.
Mengingat pertemuan ASEAN pada tingkat menteri tahun ini tidak mengeluarkan joint communiqué, sat uhal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, berkat langkah diplomasi yang kita lakukan secara proaktif dan intensif, keterpaduan dan peran sentral ASEAN telah kembali terjaga dan terkonsolidasikan. ASEAN telah menyepakati six-point principles on the South China Sea sejak 20 Juli lalu.
Sebelumnya, Indonesia melalui Menteri Luar Negerinya, Marty Natalegawa selama sepekan mengunjungi beberapa negara melakukan diplomasi intensif guna menjahit ikatan kerjasama negara anggota ASEAN.
Marty berusaha meyeragamkan kesepahaman terhadap materi dari tata perilaku sebagai panduan dalam penyelesaian Konflik di Asia Tenggara dengan tetap mengacu pada Piagam ASEAN.
“Melalui “code of conduct” yang dibahas oleh sejumlah pemimpin pada ASEAN dan East Asia Summit di Bali tahun 2011 yang lalu, kita dapat memelihara stabilitas, keamanan dan ketertiban di wilayah Laut China Selatan,” ungkap SBY dalam pidato kenegaraan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (16/8/2012).
SBY mengajak semua pihak terus bersatu mendorong keterpaduan dan peran sentral ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan di kawasan maupun di luar kawasan, termasuk perkembangan terkait Laut China Selatan.
Mengingat pertemuan ASEAN pada tingkat menteri tahun ini tidak mengeluarkan joint communiqué, sat uhal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, berkat langkah diplomasi yang kita lakukan secara proaktif dan intensif, keterpaduan dan peran sentral ASEAN telah kembali terjaga dan terkonsolidasikan. ASEAN telah menyepakati six-point principles on the South China Sea sejak 20 Juli lalu.
Sebelumnya, Indonesia melalui Menteri Luar Negerinya, Marty Natalegawa selama sepekan mengunjungi beberapa negara melakukan diplomasi intensif guna menjahit ikatan kerjasama negara anggota ASEAN.
Marty berusaha meyeragamkan kesepahaman terhadap materi dari tata perilaku sebagai panduan dalam penyelesaian Konflik di Asia Tenggara dengan tetap mengacu pada Piagam ASEAN.
()