Charles Zentai, mantan Nazi diizinkan menetap di Australia
Rabu, 15 Agustus 2012 - 19:48 WIB
Charles Zentai, mantan Nazi diizinkan menetap di Australia
A
A
A
Sindonews.com - Charles Zentai (90) tersangka penjahat perang Nazi memenangi persidangan melawan upaya untuk mengekstradisi dirinya dari pengadilan di Hongaria.
Dilansir dari BBC, Rabu (15/8/2012), Pemerintah Hongaria menuduh Zentai turut serta dalam pengeroyokan yang berujung pada kematian Peter Balazs.
Zentai diduga telah menyiksa dan membunuh seorang remaja Yahudi di Budapest pada 1944. Namun, dia mengatakan tidak berada di Budapest pada saat itu.
Alasan pengeroyokan itu adalah karena Balazs tidak mengenakan Bintang Daud sebagai tanda bahwa dia adalah seorang Yahudi.
Zentai diduga melakukan tindakan kriminal itu bersama dua tentara lain ketika dia masih bertugas di Angkatan Bersenjata Hongaria, yang bersekutu dengan Nazi Jerman.
Pemerintah Hongaria mengajukan permohonan untuk menginterogasi Zentai pada 2005. Sebab Zentai pindah ke Australia setelah Perang Dunia II dan tinggal di kota Perth.
Pada November 2009, pengadilan Australia memutuskan Zentai dapat diekstradisi, tetapi pengadilan federal membatalkan keputusan itu. Pemerintah mengajukan banding terhadap keputusan tersebut, tetapi ditolak oleh Pengadilan Tinggi.
Zentai adalah warga negara Australia. Anggota keluarganya mengatakan, dia bersedia diinterogasi oleh aparat Hongaria tetapi tanpa meninggalkan Australia.
Saat ini, Pengadilan Tinggi Australia memutuskan untuk mendukung keputusan sebelumnya, Zentai tidak dapat diekstradisi karena tidak ada pelanggaran "kejahatan perang" di Hongaria pada 1944. Zentai melakukan perlawanan menolak ekstradisi itu sejak 2009.
Dilansir dari BBC, Rabu (15/8/2012), Pemerintah Hongaria menuduh Zentai turut serta dalam pengeroyokan yang berujung pada kematian Peter Balazs.
Zentai diduga telah menyiksa dan membunuh seorang remaja Yahudi di Budapest pada 1944. Namun, dia mengatakan tidak berada di Budapest pada saat itu.
Alasan pengeroyokan itu adalah karena Balazs tidak mengenakan Bintang Daud sebagai tanda bahwa dia adalah seorang Yahudi.
Zentai diduga melakukan tindakan kriminal itu bersama dua tentara lain ketika dia masih bertugas di Angkatan Bersenjata Hongaria, yang bersekutu dengan Nazi Jerman.
Pemerintah Hongaria mengajukan permohonan untuk menginterogasi Zentai pada 2005. Sebab Zentai pindah ke Australia setelah Perang Dunia II dan tinggal di kota Perth.
Pada November 2009, pengadilan Australia memutuskan Zentai dapat diekstradisi, tetapi pengadilan federal membatalkan keputusan itu. Pemerintah mengajukan banding terhadap keputusan tersebut, tetapi ditolak oleh Pengadilan Tinggi.
Zentai adalah warga negara Australia. Anggota keluarganya mengatakan, dia bersedia diinterogasi oleh aparat Hongaria tetapi tanpa meninggalkan Australia.
Saat ini, Pengadilan Tinggi Australia memutuskan untuk mendukung keputusan sebelumnya, Zentai tidak dapat diekstradisi karena tidak ada pelanggaran "kejahatan perang" di Hongaria pada 1944. Zentai melakukan perlawanan menolak ekstradisi itu sejak 2009.
()