Kecam militansi, kepala desa di Mesir ditembak mati
Senin, 13 Agustus 2012 - 15:03 WIB
Kecam militansi, kepala desa di Mesir ditembak mati
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah pria bersenjata menembak Kepala Desa Badui Khalaf Al-Menahy dan anaknya hingga tewas di semenanjung Sinai, Mesir hari ini. Al-Menahy ditembak dalam perjalanan kembali dari konferensi yang diselenggarakan para pemimpin suku untuk mengecam militansi di daerah perbatasan jalur Gaza.
“Kekerasan terus meningkat di Sinai setelah 16 tentara Mesir dibunuh kelompok bersenjata pada 5 Agustus lalu. Insiden ini terjadi pada hari keenam serangan militer Mesir yang ditujukan pada militan,” ujar petugas keamanan di Sinai, seperti dikutip Reuters, Senin (13/8/2012).
Operasi militer kali ini merupakan yang terbesar di wilayah ini sejak tahun 1973 saat Mesir berperang melawan Israel. Serangan terhadap militer di Semenanjung Sinai menguji pertahanan Presiden Mesir Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis pada Juni lalu.
Kawanan bersenjata mulai menguasai wilayah Rafah di Sinai sejak penggulingan Hosni Mubarak dalam pemberontakan tahun 2011. Sebelumnya, bagian utara Sinai ditinggali suku Badui.
Untuk menumpas gerilyawan di wilayah perbatasan Mesir dengan Israel, Morsi telah melancarkan aksi militer besar-besaran di Semenanjung Sinai. Selain itu, Presiden Mesir juga sudah memecat Gubernur Utara Sinai dan Kepala Intelijen karena dianggap tidak mampu menjaga stabilitas kawasan perbatasan.
“Kekerasan terus meningkat di Sinai setelah 16 tentara Mesir dibunuh kelompok bersenjata pada 5 Agustus lalu. Insiden ini terjadi pada hari keenam serangan militer Mesir yang ditujukan pada militan,” ujar petugas keamanan di Sinai, seperti dikutip Reuters, Senin (13/8/2012).
Operasi militer kali ini merupakan yang terbesar di wilayah ini sejak tahun 1973 saat Mesir berperang melawan Israel. Serangan terhadap militer di Semenanjung Sinai menguji pertahanan Presiden Mesir Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis pada Juni lalu.
Kawanan bersenjata mulai menguasai wilayah Rafah di Sinai sejak penggulingan Hosni Mubarak dalam pemberontakan tahun 2011. Sebelumnya, bagian utara Sinai ditinggali suku Badui.
Untuk menumpas gerilyawan di wilayah perbatasan Mesir dengan Israel, Morsi telah melancarkan aksi militer besar-besaran di Semenanjung Sinai. Selain itu, Presiden Mesir juga sudah memecat Gubernur Utara Sinai dan Kepala Intelijen karena dianggap tidak mampu menjaga stabilitas kawasan perbatasan.
()