Korban tewas gempa Iran jadi 300 jiwa
Senin, 13 Agustus 2012 - 10:51 WIB
Korban tewas gempa Iran jadi 300 jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Provinsi Azarbaijan timur, Iran, Reza Sadiqi mengatakan jumlah korban jiwa akibat dua guncangan gempa Sabtu 11 Agustus lalu meningkat menjadi 300 jiwa. Sadiqi juga mengumumkan hari berkabung selama dua hari, mulai Senin ini.
Seoerang petugas Bulan Sabit Iran, mengatakan jumlah korban luka-luka juga mengalami peningkatan, kini jumlahnya telah mancapai 2.600 orang. Sementara itu, sebanyak 16 ribu orang telah menempati sejumlah tenda-tenda darurat yang telah disediakan, seperti diberitakan kantor berita IRNA, Senin (13/8/2012).
Sabtu 11 Agustus dua buah gempa mengguncang wilayah barat laut Iran. Gempa pertama berkekuatan 6,2 skala richter (SR) mengguncang wilayah Ahar, Provinsi Azarbaijan timur pukul 4 sore waktu setempat. Selang sejam kemudian, gempa berkekuatan 6 SR mengguncang wilayah Varzaqan provinsi East Azarbaijan dari kedalaman 9,9 km.
Gempa telah menghancurkan sedikitnya 100 desa di provinsi Azarbaijan timur, di wilayah Ahar empat desa di wilayah Ahar hancur total, sementara itu di 60 desa lainnya kerusakan mencapai 60 sampai 80 persen. Sedangkan di wilayah Varzaqan, 12 desa dilaporkan hancur total.
Seperti diberitakan IRNA, Senin (13/8/2012), Menteri Kesehatan Iran Marzieh Vahid Dastejerdi mengatakan pemerintah telah mengirimkan 48 ambulans dan 500 kantong darah ke daerah-daerah yang paling parah dilanda gempa.
Sementara itu, pejabat lokal telah mengeluarkan peringatan bahaya gempa susulan, 48 jam paska gempa kedua.
Wilayah Iran yang terletak di jalur patahan kerak bumi membuat negara ini seringkali diguncang gempa bumi. Tahun 1990 menjadi tahun paling mematikan akibat gempa Iran, sebanyak 37 ribu orang dilaporkan terluka, sementara 100 ribu orang luka-luka akibat gempa berkekuatan 7,7 SR.
Gempa yang menguncang wilayah barat Provinsi Gilan dan Zanjanini telah menghancurkan 27 kota dan 1.870 desa.
Seoerang petugas Bulan Sabit Iran, mengatakan jumlah korban luka-luka juga mengalami peningkatan, kini jumlahnya telah mancapai 2.600 orang. Sementara itu, sebanyak 16 ribu orang telah menempati sejumlah tenda-tenda darurat yang telah disediakan, seperti diberitakan kantor berita IRNA, Senin (13/8/2012).
Sabtu 11 Agustus dua buah gempa mengguncang wilayah barat laut Iran. Gempa pertama berkekuatan 6,2 skala richter (SR) mengguncang wilayah Ahar, Provinsi Azarbaijan timur pukul 4 sore waktu setempat. Selang sejam kemudian, gempa berkekuatan 6 SR mengguncang wilayah Varzaqan provinsi East Azarbaijan dari kedalaman 9,9 km.
Gempa telah menghancurkan sedikitnya 100 desa di provinsi Azarbaijan timur, di wilayah Ahar empat desa di wilayah Ahar hancur total, sementara itu di 60 desa lainnya kerusakan mencapai 60 sampai 80 persen. Sedangkan di wilayah Varzaqan, 12 desa dilaporkan hancur total.
Seperti diberitakan IRNA, Senin (13/8/2012), Menteri Kesehatan Iran Marzieh Vahid Dastejerdi mengatakan pemerintah telah mengirimkan 48 ambulans dan 500 kantong darah ke daerah-daerah yang paling parah dilanda gempa.
Sementara itu, pejabat lokal telah mengeluarkan peringatan bahaya gempa susulan, 48 jam paska gempa kedua.
Wilayah Iran yang terletak di jalur patahan kerak bumi membuat negara ini seringkali diguncang gempa bumi. Tahun 1990 menjadi tahun paling mematikan akibat gempa Iran, sebanyak 37 ribu orang dilaporkan terluka, sementara 100 ribu orang luka-luka akibat gempa berkekuatan 7,7 SR.
Gempa yang menguncang wilayah barat Provinsi Gilan dan Zanjanini telah menghancurkan 27 kota dan 1.870 desa.
()