16.000 warga diungsikan pasca gempa Iran
Minggu, 12 Agustus 2012 - 12:17 WIB
16.000 warga diungsikan pasca gempa Iran
A
A
A
Sindonews.com - Pasca guncangan dua gempa sejak Sabtu 11 Agustus 2012 kemarin, sebanyak 16.000 warga diungsikan ke penampungan darurat.
“Pemerintah Iran telah mengirimkan 48 ambulan dan 500 kantong darah ke beberapa daerah terburuk yang terkena guncangan gempa,” jelas Menteri Kesehatan Iran, Marzieh Vahid Dastejerdi, seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA melaporkan Minggu (12/8/2012).
Sementara Kepala penyelamat darurat nasional Gholam Reza Masoumi mengatakan, sejumlah orang masih terperangkap dalam reruntuhan sebab petugas medis kesulitan menyelamatkan mereka dalam kondisi gelap.
"Gempa itu begitu kuat sehingga sebagian besar masyarakat membanjiri jalan-jalan karena takut," Fars mewakili IRNA.
Akibat guncangan dua gempa berkekuatan 6,4 dan 6,3 skala richter, ribuan pengungsi berteduh di tenda darurat dan di jalan-jalan. Mereka takut gempa susulan kembali mengguncang Iran.
Saat ini, jumlah korban kemungkinan akan terus meningkat. Namun, petugas penyelamat dilaporkan masih menyisir puing-puing bangunan yang hancur di puluhan desa. Selain itu, staf medis juga sedang berusaha menyelamatkan korban yang tertimpa bangunan.
Ironisnya, Rumah Sakit di Varzaghan hanya ditangani dua dokter, tetapi harus menampung 500 korban terluka. Rumah sakit itu juga kekurangan pasokan medis dan makanan.
Petugas penyelamat belum bisa mencapai 10 hingga 20 desa yang rusak akibat gempa. Padahal mereka membutuhkan perawatan medis, roti, tenda dan air minum.
“Pemerintah Iran telah mengirimkan 48 ambulan dan 500 kantong darah ke beberapa daerah terburuk yang terkena guncangan gempa,” jelas Menteri Kesehatan Iran, Marzieh Vahid Dastejerdi, seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA melaporkan Minggu (12/8/2012).
Sementara Kepala penyelamat darurat nasional Gholam Reza Masoumi mengatakan, sejumlah orang masih terperangkap dalam reruntuhan sebab petugas medis kesulitan menyelamatkan mereka dalam kondisi gelap.
"Gempa itu begitu kuat sehingga sebagian besar masyarakat membanjiri jalan-jalan karena takut," Fars mewakili IRNA.
Akibat guncangan dua gempa berkekuatan 6,4 dan 6,3 skala richter, ribuan pengungsi berteduh di tenda darurat dan di jalan-jalan. Mereka takut gempa susulan kembali mengguncang Iran.
Saat ini, jumlah korban kemungkinan akan terus meningkat. Namun, petugas penyelamat dilaporkan masih menyisir puing-puing bangunan yang hancur di puluhan desa. Selain itu, staf medis juga sedang berusaha menyelamatkan korban yang tertimpa bangunan.
Ironisnya, Rumah Sakit di Varzaghan hanya ditangani dua dokter, tetapi harus menampung 500 korban terluka. Rumah sakit itu juga kekurangan pasokan medis dan makanan.
Petugas penyelamat belum bisa mencapai 10 hingga 20 desa yang rusak akibat gempa. Padahal mereka membutuhkan perawatan medis, roti, tenda dan air minum.
()