Jepang tarik duta besarnya dari Korsel
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 17:53 WIB
Jepang tarik duta besarnya dari Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Jepang memutuskan menarik duta besarnya dari Seoul. Hal ini dilakukan untuk menyikapi kunjungan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung-bak ke Pulau Ulleung yang terletak dekat Pulau Dokdo.
"Sebagai langkah protes atas kunjungan Lee ke Pulau Ulleung, untuk sementara waktu kami menarik mundur Duta Besar Jepang untuk Korsel, Masatoshi Muto. Kami menilai tindakan ini merupakan langkah yang paling tepat untuk menanggapi sikap pemimpin Korsel," ungkap Menteri Luar Negeri Jepang, Koichiro Gemba seperti diberitakan Presstv, Sabtu (11/8/2012).
Gemba menjelaskan, Tokyo siap mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan perselisihan kepemilikan Pulau Dokdo.
Sementara itu, pemerintah Korsel sendiri terus melakukan kontrol perairan dan berencana mengelar penelitian kelautan di daerah yang dikabarkan memiliki banyak kekayaan alam ini.
Pulau Dokdo merupakan wilayah baru yang diklaim oleh Pemerintah Jepang dalam wilayah teritorialnya. Tindakan ini menyebabkan Pemerintah Korsel geram. Pasalnya, sejak 1910 hingga 1945, Pemerintah Korsel telah mempertahankan kontrol atas Pulau Dokdo.
Sengketa yang merebutkan Pulau Dokdo atau yang dikenal dengan nama Takeshima oleh penduduk Jepang menjadi sumber pertikaian diplomatik antara Korsel dan Jepang. Sementara itu, warga Korsel menilai klaim Jepang atas Pulau Dokdo menjadi sebuah pertanda pemerintah Jepang tidak pernah jera.
"Sebagai langkah protes atas kunjungan Lee ke Pulau Ulleung, untuk sementara waktu kami menarik mundur Duta Besar Jepang untuk Korsel, Masatoshi Muto. Kami menilai tindakan ini merupakan langkah yang paling tepat untuk menanggapi sikap pemimpin Korsel," ungkap Menteri Luar Negeri Jepang, Koichiro Gemba seperti diberitakan Presstv, Sabtu (11/8/2012).
Gemba menjelaskan, Tokyo siap mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan perselisihan kepemilikan Pulau Dokdo.
Sementara itu, pemerintah Korsel sendiri terus melakukan kontrol perairan dan berencana mengelar penelitian kelautan di daerah yang dikabarkan memiliki banyak kekayaan alam ini.
Pulau Dokdo merupakan wilayah baru yang diklaim oleh Pemerintah Jepang dalam wilayah teritorialnya. Tindakan ini menyebabkan Pemerintah Korsel geram. Pasalnya, sejak 1910 hingga 1945, Pemerintah Korsel telah mempertahankan kontrol atas Pulau Dokdo.
Sengketa yang merebutkan Pulau Dokdo atau yang dikenal dengan nama Takeshima oleh penduduk Jepang menjadi sumber pertikaian diplomatik antara Korsel dan Jepang. Sementara itu, warga Korsel menilai klaim Jepang atas Pulau Dokdo menjadi sebuah pertanda pemerintah Jepang tidak pernah jera.
()