13 orang tewas tersambar petir saat Tarawih
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 15:19 WIB
13 orang tewas tersambar petir saat Tarawih
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 13 orang warga Desa Saraswati, Bangladesh, tewas tersambar petir saat sedang menjalankan ibadah salat Tarawih, di dalam masjid, pada Jumat 10 Agustus 2012 malam. Sementara 20 orang lainnya menderita luka.
Kepala Sub Distrik Dharmapasha Shahidul Huq mengatakan, petir menghantam jemaat yang sedang melaksanakan salat Tarawih di Desa Saraswati, di sebuah masjid yang berada di 296 Kilometer, dari Ibu Kota Dhaka.
“Saat mereka sedang salat Tarawih, petir menyambar selama beberapa kali. Ada sekitar 35 orang terkena sambaran petir saat sedang melaksanakan salat Tarawih,” ujar Kepala Polisi Dharmapasha Bayes Alam seperti diberitakan CNN, Sabtu (11/8/2012).
Dia menambahkan, sambaran petir langsung menewaskan tiga orang di dalam masjid. Salah seorang diantaranya adalah, Imam Mesjid Mohammad Shahabuddin dan dua jemaat lain. Sepuluh orang lainnya tewas setelah mendapat pengobatan di rumah sakit.
Proses evakuasi korban sambaran petir sulit dilakukan. Pasalnya badai yang di sertai hujan deras membuat aliran Sungai Saraswati meningkat. Akibatnya akses ke desa tersebut menjadi sulit untuk dijangkau.
"Satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk menjangkau desa tersebut adalah perahu. Itupun memakan waktu yang cukup lama untuk membawa korban tewas dan luka-luka ke rumah sakit terdekat," ungkap polisi yang melakukan evakuasi korban, Akm Mezanul Haque.
Kepala Sub Distrik Dharmapasha Shahidul Huq mengatakan, petir menghantam jemaat yang sedang melaksanakan salat Tarawih di Desa Saraswati, di sebuah masjid yang berada di 296 Kilometer, dari Ibu Kota Dhaka.
“Saat mereka sedang salat Tarawih, petir menyambar selama beberapa kali. Ada sekitar 35 orang terkena sambaran petir saat sedang melaksanakan salat Tarawih,” ujar Kepala Polisi Dharmapasha Bayes Alam seperti diberitakan CNN, Sabtu (11/8/2012).
Dia menambahkan, sambaran petir langsung menewaskan tiga orang di dalam masjid. Salah seorang diantaranya adalah, Imam Mesjid Mohammad Shahabuddin dan dua jemaat lain. Sepuluh orang lainnya tewas setelah mendapat pengobatan di rumah sakit.
Proses evakuasi korban sambaran petir sulit dilakukan. Pasalnya badai yang di sertai hujan deras membuat aliran Sungai Saraswati meningkat. Akibatnya akses ke desa tersebut menjadi sulit untuk dijangkau.
"Satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk menjangkau desa tersebut adalah perahu. Itupun memakan waktu yang cukup lama untuk membawa korban tewas dan luka-luka ke rumah sakit terdekat," ungkap polisi yang melakukan evakuasi korban, Akm Mezanul Haque.
()