Gelombang panas di Korsel tewaskan 14 orang
Kamis, 09 Agustus 2012 - 19:04 WIB
Gelombang panas di Korsel tewaskan 14 orang
A
A
A
Sindonews.com - Gelombang panas di Korea Selatan (Korsel) telah menewaskan setidaknya14 orang. Selain itu, sinar matahari yang terik juga mengakibatkan lebih dari satu juta ekor ternak mati selama dua bulan terakhir. Saat ini, suhu berada di atas 35 derajat Celsius selama 10 hari berturut-turut.
Seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Kamis (9/8/2012), sebagian besar kematian disebabkan berbagai penyakit yang muncul karena suhu udara terlampau tinggi. Sejumlah penduduk terpaksa menjalani pengobatan medis akibat dehidrasi dan stroke.
Kementerian Kesehatan Korsel mengungkapkan, suhu tertinggi selama 800 tahun ini menimbulkan penyakit yang mempengaruhi kerentanan populasi lanjut usia. Suhu udara di Korsel kali ini mencapai dua kali lipat dibanding suhu pada umumnya.
Untuk mengantisipasi jumlah korban yang lebih besar, Pemerintah Korsel telah memberikan peringatan gelombang panas. Selain korban jiwa, gelombang panas juga menyebabkan lebih dari satu juta ekor ternak mati di 465 peternakan di seluruh penjuru Korsel mulai dari 20 Juli sampai 8 Agustus 2012.
Sementara itu, perusahaan listrik Korsel mengeluarkan peringatan atas cadangan listrik yang melemah akibat konsumsi listrik meningkat tajam. Serangan gelombang panas menyebabkan penduduk Korsel mengonsumsi listrik lebih dari biasanya.
Seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Kamis (9/8/2012), sebagian besar kematian disebabkan berbagai penyakit yang muncul karena suhu udara terlampau tinggi. Sejumlah penduduk terpaksa menjalani pengobatan medis akibat dehidrasi dan stroke.
Kementerian Kesehatan Korsel mengungkapkan, suhu tertinggi selama 800 tahun ini menimbulkan penyakit yang mempengaruhi kerentanan populasi lanjut usia. Suhu udara di Korsel kali ini mencapai dua kali lipat dibanding suhu pada umumnya.
Untuk mengantisipasi jumlah korban yang lebih besar, Pemerintah Korsel telah memberikan peringatan gelombang panas. Selain korban jiwa, gelombang panas juga menyebabkan lebih dari satu juta ekor ternak mati di 465 peternakan di seluruh penjuru Korsel mulai dari 20 Juli sampai 8 Agustus 2012.
Sementara itu, perusahaan listrik Korsel mengeluarkan peringatan atas cadangan listrik yang melemah akibat konsumsi listrik meningkat tajam. Serangan gelombang panas menyebabkan penduduk Korsel mengonsumsi listrik lebih dari biasanya.
()