China tangkap 1.900 pengedar obat palsu
Senin, 06 Agustus 2012 - 15:36 WIB
China tangkap 1.900 pengedar obat palsu
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian China telah menangkap lebih dari 1.900 pengedar obat palsu. Pemerintah mulai aktif menindak keras para pembuatan dan penjual obat-obatan ilegal.
Kementerian Keamanan Publik China mengatakan, operasi pemberantasan obat palsu mulai digalakkan di seluruh penjuru negeri ini sejak tanggal 25 Juli. Hingga kini pihak kepolisian telah menyita berbagai obat palsu senilai 1.16bn yuan atau senilai USD182 juta.
“Dalam obat palsu ditemukan zat yang dilarang lembaga Food and Drug Administration. Selain itu, beberapa obat palsu juga berisi obat penenang dan halusinogen,” ujar seorang polisi China, seperti dikutip BBC, Senin (6/8/2012).
Obat palsu yang disita Kepolisian China termasuk jutaan pil terlarang. Obat-obatan tersebut dibungkus dalam kemasan yang mirip dengan merek obat terkenal.
Aksi pengedar obat palsu itu menyebabkan sebagian masyarakat di China mengonsumsi obat yang salah. Mereka menggunakan obat terlarang untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti diabetes, hipertensi, masalah kulit dan kanker.
Meskipun Kepolisian China sudah berhasil menangkap beberapa pelaku, tetapi masalah obat palsu masih belum sepenuhnya terkendali. Pemalsuan obat telah menjadi kasus penipuan terbesar di China.
Kepolisian China sudah berupaya membasmi pusat produksi dan penjualan dalam beberapa tahun. Namun, para pembuat obat palsu telah menggunakan metode baru yang canggih, sehingga sulit terdeteksi.
Karena itu, Kementerian Keamanan Publik China memperingatkan masyarakat untuk hanya membeli obat dari rumah sakit, apotik, dan vendor terpercaya. Masyarakat juga disarankan untuk tidak mempedulikan iklan produk palsu secara online ataupun di televisi dan majalah.
Kementerian Keamanan Publik China mengatakan, operasi pemberantasan obat palsu mulai digalakkan di seluruh penjuru negeri ini sejak tanggal 25 Juli. Hingga kini pihak kepolisian telah menyita berbagai obat palsu senilai 1.16bn yuan atau senilai USD182 juta.
“Dalam obat palsu ditemukan zat yang dilarang lembaga Food and Drug Administration. Selain itu, beberapa obat palsu juga berisi obat penenang dan halusinogen,” ujar seorang polisi China, seperti dikutip BBC, Senin (6/8/2012).
Obat palsu yang disita Kepolisian China termasuk jutaan pil terlarang. Obat-obatan tersebut dibungkus dalam kemasan yang mirip dengan merek obat terkenal.
Aksi pengedar obat palsu itu menyebabkan sebagian masyarakat di China mengonsumsi obat yang salah. Mereka menggunakan obat terlarang untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti diabetes, hipertensi, masalah kulit dan kanker.
Meskipun Kepolisian China sudah berhasil menangkap beberapa pelaku, tetapi masalah obat palsu masih belum sepenuhnya terkendali. Pemalsuan obat telah menjadi kasus penipuan terbesar di China.
Kepolisian China sudah berupaya membasmi pusat produksi dan penjualan dalam beberapa tahun. Namun, para pembuat obat palsu telah menggunakan metode baru yang canggih, sehingga sulit terdeteksi.
Karena itu, Kementerian Keamanan Publik China memperingatkan masyarakat untuk hanya membeli obat dari rumah sakit, apotik, dan vendor terpercaya. Masyarakat juga disarankan untuk tidak mempedulikan iklan produk palsu secara online ataupun di televisi dan majalah.
()