Taiwan ungsikan 1.500 orang akibat Topan Saola
Kamis, 02 Agustus 2012 - 17:45 WIB
Taiwan ungsikan 1.500 orang akibat Topan Saola
A
A
A
Sindonews.com - Topan Saola yang menghantam wilayah Taiwan memaksa Pemerintah Taiwan mengungsikan 1.500 orang ke tempat yang aman. Topan Saola telah menewaskan empat korban jiwa.
Seperti diberitakan Australia Network News, Kamis (2/8/2012) Pusat Penanganan Darurat Taiwan melaporkan, korban pertama tewas akibat tertimbun tanah longsor di wilayah Sanhsia. Sedangkan korban kedua adalah seorang polisi yang tenggelam saat melakukan patroli di wilayah Sanhsia.
Sementara korban ketiga yaitu seorang pengendara motor yang tewas setelah menabrak sebuah pohon tumbang di Chiayi, Taiwan bagian selatan. Korban tewas keempat adalah seorang wanita pengantar koran yang tewas tertimpa pohon tumbang saat menggunakan sepeda motor di Kaohsiung.
Selain korban Jiwa, hujan deras juga menjadi pemicu utama Topan Saola di wilayah utara dan timur Taiwan. Bencana tanah longsor itu menyebabkan aliran listrik di 30 ribu rumah terputus selama beberapa jam. Aliran listrik tersebut baru dialiri kembali pukul 09.30 pagi.
Akibat tiupan angin topan yang bergerak dengan kecepatan 155 km per jam ini, hampir 200 penerbangan internasional dan domestik dibatalkan. Selain itu, perdagangan di pasar modal juga terpaksa dihentikan karena cuaca ekstrim. Sementara lalu lintas kereta api di Taiwan mengalami penurunan dari 123 menjadi 97 perjalanan.
Topan Saola juga membuat banyak pohon tumbang di jalanan, sehingga arus lalu lintas di beberapa pekotaan di Taiwan menjadi terhambat. Lebih dari itu, Biro Cuaca Pusat Taiwan memberitakan, badai topan akan kembali ke laut jam 7 waktu setempat.
Seperti diberitakan Australia Network News, Kamis (2/8/2012) Pusat Penanganan Darurat Taiwan melaporkan, korban pertama tewas akibat tertimbun tanah longsor di wilayah Sanhsia. Sedangkan korban kedua adalah seorang polisi yang tenggelam saat melakukan patroli di wilayah Sanhsia.
Sementara korban ketiga yaitu seorang pengendara motor yang tewas setelah menabrak sebuah pohon tumbang di Chiayi, Taiwan bagian selatan. Korban tewas keempat adalah seorang wanita pengantar koran yang tewas tertimpa pohon tumbang saat menggunakan sepeda motor di Kaohsiung.
Selain korban Jiwa, hujan deras juga menjadi pemicu utama Topan Saola di wilayah utara dan timur Taiwan. Bencana tanah longsor itu menyebabkan aliran listrik di 30 ribu rumah terputus selama beberapa jam. Aliran listrik tersebut baru dialiri kembali pukul 09.30 pagi.
Akibat tiupan angin topan yang bergerak dengan kecepatan 155 km per jam ini, hampir 200 penerbangan internasional dan domestik dibatalkan. Selain itu, perdagangan di pasar modal juga terpaksa dihentikan karena cuaca ekstrim. Sementara lalu lintas kereta api di Taiwan mengalami penurunan dari 123 menjadi 97 perjalanan.
Topan Saola juga membuat banyak pohon tumbang di jalanan, sehingga arus lalu lintas di beberapa pekotaan di Taiwan menjadi terhambat. Lebih dari itu, Biro Cuaca Pusat Taiwan memberitakan, badai topan akan kembali ke laut jam 7 waktu setempat.
()