Utusan PBB kunjungi Korut pasca banjir
Rabu, 01 Agustus 2012 - 10:12 WIB
Utusan PBB kunjungi Korut pasca banjir
A
A
A
Sindonews.com - Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemarin mengunjungi wilayah di Korea Utara (Korut) yang pernah dihantam bencana banjir. Kunjungan itu sebagai pertimbangan untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Pyongyang melaporkan bahwa sejumlah warga meninggal dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Kantor berita resmi Korut memublikasikan foto yang menunjukkan banyak warga yang tinggal di atap rumah,lahan pertanian yang disapu banjir, dan ketinggian air sungai. “Para pejabat PBB yang berbasis di Korut bakal menunjungi dua wilayah terburuk kemarin.
Juru Bicara Badan PBB urusan Anak- Anak (UNICEF) Christoper de Bono mengungkapkan, tim PBB bakal mengoordinasikan bantuan jika memang wilayah itu layak untuk diberikan bantuan. “Kunjungan itu untuk melihat kemungkinan bantuan yang bakal diberikan oleh negara anggota PBB,”ujar De Bono
Dengan adanya kunjungan tersebut PBB memperkirakan tiga juta orang bakal mendapatkan bantuan kemanusiaan akhir November tahun ini. Penggundulan hutan meluas menyebabkan Korut mengalami ancaman banjir. Mengecilnya luas hutan itu disebabkan masyarakat mengandalkan kayu sebagai bahan bakar dan kebutuhan lahan pertanian kian meningkat.
Pada Sabtu lalu (28/7), kantor berita resmi Korut,KCNA, melaporkan banjir yang terjadi selama satu pekan pada awal Juli lalu telah menewaskan 88 orang dan melukai 134 warga.
Sebanyak 63.000 orang tidak memiliki tempat tinggal. Lebih dari 30.000 hektare lahan pertanian siap panen disapu banjir.Jalanan dan pabrik juga mengalami kerusakan parah. Banjir itu menjadi tantangan berat bagi pemimpin baru Korut,Kim Jong-un.
Pyongyang melaporkan bahwa sejumlah warga meninggal dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Kantor berita resmi Korut memublikasikan foto yang menunjukkan banyak warga yang tinggal di atap rumah,lahan pertanian yang disapu banjir, dan ketinggian air sungai. “Para pejabat PBB yang berbasis di Korut bakal menunjungi dua wilayah terburuk kemarin.
Juru Bicara Badan PBB urusan Anak- Anak (UNICEF) Christoper de Bono mengungkapkan, tim PBB bakal mengoordinasikan bantuan jika memang wilayah itu layak untuk diberikan bantuan. “Kunjungan itu untuk melihat kemungkinan bantuan yang bakal diberikan oleh negara anggota PBB,”ujar De Bono
Dengan adanya kunjungan tersebut PBB memperkirakan tiga juta orang bakal mendapatkan bantuan kemanusiaan akhir November tahun ini. Penggundulan hutan meluas menyebabkan Korut mengalami ancaman banjir. Mengecilnya luas hutan itu disebabkan masyarakat mengandalkan kayu sebagai bahan bakar dan kebutuhan lahan pertanian kian meningkat.
Pada Sabtu lalu (28/7), kantor berita resmi Korut,KCNA, melaporkan banjir yang terjadi selama satu pekan pada awal Juli lalu telah menewaskan 88 orang dan melukai 134 warga.
Sebanyak 63.000 orang tidak memiliki tempat tinggal. Lebih dari 30.000 hektare lahan pertanian siap panen disapu banjir.Jalanan dan pabrik juga mengalami kerusakan parah. Banjir itu menjadi tantangan berat bagi pemimpin baru Korut,Kim Jong-un.
()