Helikopter tempur militer Suriah serang pemberontak
Selasa, 31 Juli 2012 - 14:55 WIB
Helikopter tempur militer Suriah serang pemberontak
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan militer Suriah mulai mengerahkan helikopter tempur dalam melakukan serangan ke pemberontak yang sebelumnya dilaporkan menguasai wilayah Aleppo. Penggunaan helikopter tempur ini dilakukan ketika memasuki serangan hari ketiga di wilayah tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan akibat serangan tersebut, bencana kemanusiaan akan semakin meningkat. Saat ini diperkirakan sebanyak 200 ribu warga sipil yang bermukim di bagian utara Suriah telah melarikan diri. Sementara itu, Prancis meminta Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengadakan pertemuan dengan Suriah.
Sebelumnya, kepala misi pengamat PBB Suriah, mengatakan ia menyaksikan aksi penembakan dengan menggunakan alat berat di Homs, kota terbesar ketiga Suriah.
Komisi Umum Revolusi Suriah atau Syrian Revolution General Commission mengatakan serangan militer Suriah di Aleppo difokuskan pada wilayah Salaheddin di barat daya Afghanistan.
Lokasi terebut merupakan wilayah dimana kubu pemberontak Free Syrian Army (FSA atau Pasukan pembebasan Suriah) memegang pengaruh kuat.
Sebelumnya militer Suriah mengatakan mereka telah berhasil menguasai wilayah Salaheddin, namun pengakuan tersebut dibantah oleh FSA.
"Militer Suriah tidak mengalami kemajuan lebih dari satu meter," ungkap Kepala FSA di Aleppo, Kolonel Abdel Jabbar al-Oqaidi seperti dilansir theaustralian, Selasa (31/7/2012).
"Sampai saat ini para pemberontak masih menguasai 35 hingga 40 persen wilayah Aleppo," tegas al-Oqaidi
Akibat pertempuran ini, jalan-jalan dan bangunan rusak, dan aliran listik terbengkalai. Selain itu, sekira 200 orang penduduk Suriah setiap harinya mengantri di toko roti yang dikendalikan oleh pasukan pemberontak.
Sementara itu, pasukan pemberontak berhasil menguasai wilayah luar Aleppo setelah bentrok selama 10 bulan dengan militer Suriah.
Kini pemberontak telah menguasai pos pemeriksaan yang mengontrol rute langsung antara perbatasan Turki dan ibu kota komersial, sekira lima kilometer barat laut dari Aleppo.
AFP memberitakan, pemberontak menangkap tujuh tank dan kendaraan lapis baja, serta menghancurkan delapan kendaraan militer Suriah.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan, para pemberontak telah mampu memanfaatkan baju pelindung yang direbut dari militer Suriah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan akibat serangan tersebut, bencana kemanusiaan akan semakin meningkat. Saat ini diperkirakan sebanyak 200 ribu warga sipil yang bermukim di bagian utara Suriah telah melarikan diri. Sementara itu, Prancis meminta Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengadakan pertemuan dengan Suriah.
Sebelumnya, kepala misi pengamat PBB Suriah, mengatakan ia menyaksikan aksi penembakan dengan menggunakan alat berat di Homs, kota terbesar ketiga Suriah.
Komisi Umum Revolusi Suriah atau Syrian Revolution General Commission mengatakan serangan militer Suriah di Aleppo difokuskan pada wilayah Salaheddin di barat daya Afghanistan.
Lokasi terebut merupakan wilayah dimana kubu pemberontak Free Syrian Army (FSA atau Pasukan pembebasan Suriah) memegang pengaruh kuat.
Sebelumnya militer Suriah mengatakan mereka telah berhasil menguasai wilayah Salaheddin, namun pengakuan tersebut dibantah oleh FSA.
"Militer Suriah tidak mengalami kemajuan lebih dari satu meter," ungkap Kepala FSA di Aleppo, Kolonel Abdel Jabbar al-Oqaidi seperti dilansir theaustralian, Selasa (31/7/2012).
"Sampai saat ini para pemberontak masih menguasai 35 hingga 40 persen wilayah Aleppo," tegas al-Oqaidi
Akibat pertempuran ini, jalan-jalan dan bangunan rusak, dan aliran listik terbengkalai. Selain itu, sekira 200 orang penduduk Suriah setiap harinya mengantri di toko roti yang dikendalikan oleh pasukan pemberontak.
Sementara itu, pasukan pemberontak berhasil menguasai wilayah luar Aleppo setelah bentrok selama 10 bulan dengan militer Suriah.
Kini pemberontak telah menguasai pos pemeriksaan yang mengontrol rute langsung antara perbatasan Turki dan ibu kota komersial, sekira lima kilometer barat laut dari Aleppo.
AFP memberitakan, pemberontak menangkap tujuh tank dan kendaraan lapis baja, serta menghancurkan delapan kendaraan militer Suriah.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan, para pemberontak telah mampu memanfaatkan baju pelindung yang direbut dari militer Suriah.
()