SNC minta pemberontak dipersenjatai
Senin, 30 Juli 2012 - 09:21 WIB
SNC minta pemberontak dipersenjatai
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Nasional Suriah (SNC) Abdelbaset Sayda meminta komunitas internasional mempersenjatai pemberontak. Dia menegaskan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad harus diadili dan tidak diberikan suaka di masa depan.
Sayda mengatakan, oposisi akan mendiskusikan pemerintahan transisi dengan pemberontak.“Kita ingin senjata itu untuk menghentikan tank dan pesawat tempur. Itu yang kita inginkan,” kata Syada dalam konferensi pers di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab,kemarin.
Syada menyerukan negara-negara Arab mendukung Pasukan Pembebasan Suriah (FSA).Menurut dia, FSA saat ini hanya bertempur dengan senjata-senjata lama.
“Pemberontakan membutuhkan dukungan untuk mencapai perubahan yang signifikan sejak meningkatnya kerusuhan sejak Maret tahun lalu,” katanya dikutip AFP.
Menurutnya, bantuan persenjataan sangat diperlukan rakyat Suriah untuk membela diri melawan mesin-mesin pembunuh rezim. Dia menjelaskan, sedikitnya USD145 juta per bulan diperlukan untuk menyediakan bantuan kebutuhan hidup bagi para pemberontak.
Saat ini kubu oposisi hanya memperoleh USD15 juta untuk digunakan hingga beberapa bulan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi yang telah mengumpulkan dana hingga Jumat (27/7) lalu sebesar lebih dari USD75 juta,” ungkap Syada
Sayda mengatakan bahwa Presiden Bashar al-Assad harus diadili karena melakukan pembantaian dan tidak diberikan suaka sebagai bagian dari negosiasi apa pun. Dia menyerukan agar tidak ada satu negara pun di dunia yang memberikan suaka kepada Assad.
Sayda mencontohkan Yaman, di mana Presiden Ali Abdullah Saleh diberikan amnesti sebagai imbalan untuk mundur. Kasus Yaman tidak bisa berlaku untuk Suriah. Ada pembantaian yang berlangsung. Kami meyakini Bashar al- Assad harus diadili.
“Dia adalah seorang kriminal dan jangan diberi perlindungan,” imbuh Sayda.
Sayda menyatakan, SNC akan membahas masa depan pemerintahan Suriah bersama pemberontak yang terlibat dalam pertempuran. Selain itu, SNC juga berdiskusi dengan para pejabat Suriah yang membelot. “Kami mempelajari ide pemerintahan transisi dan kami akan menghubungi semua pasukan pemberontak di Suriah,” katanya.
Dia mengatakan,pemimpin pemerintahan transisi nantinya harus seorang yang jujur dan patriotik. “Tentunya pemimpin Suriah ke depan berkomitmen untuk tujuan revolusi Suriah sejak awal. Lebih penting lagi, pemerintahan transisi harus kuat dan mampu mengelola situasi di Suriah,” tuturnya.
Sayda juga menegaskan bahwa aksi diplomatik terhadap rezim Assad bakal ditentukan melalui Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) pada September mendatang.
”Langkah selanjutnya harus dilaksanakan di luar Dewan Keamanan PBB. Kita seharusnya fokus pada Majelis Umum PBB,” katanya. Jika tetap bermain di Dewan Keamanan, maka langkah apa pun bakal dihalangi China dan Rusia yang merupakan aliansi utama Suriah.
Sayda mengatakan, oposisi akan mendiskusikan pemerintahan transisi dengan pemberontak.“Kita ingin senjata itu untuk menghentikan tank dan pesawat tempur. Itu yang kita inginkan,” kata Syada dalam konferensi pers di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab,kemarin.
Syada menyerukan negara-negara Arab mendukung Pasukan Pembebasan Suriah (FSA).Menurut dia, FSA saat ini hanya bertempur dengan senjata-senjata lama.
“Pemberontakan membutuhkan dukungan untuk mencapai perubahan yang signifikan sejak meningkatnya kerusuhan sejak Maret tahun lalu,” katanya dikutip AFP.
Menurutnya, bantuan persenjataan sangat diperlukan rakyat Suriah untuk membela diri melawan mesin-mesin pembunuh rezim. Dia menjelaskan, sedikitnya USD145 juta per bulan diperlukan untuk menyediakan bantuan kebutuhan hidup bagi para pemberontak.
Saat ini kubu oposisi hanya memperoleh USD15 juta untuk digunakan hingga beberapa bulan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi yang telah mengumpulkan dana hingga Jumat (27/7) lalu sebesar lebih dari USD75 juta,” ungkap Syada
Sayda mengatakan bahwa Presiden Bashar al-Assad harus diadili karena melakukan pembantaian dan tidak diberikan suaka sebagai bagian dari negosiasi apa pun. Dia menyerukan agar tidak ada satu negara pun di dunia yang memberikan suaka kepada Assad.
Sayda mencontohkan Yaman, di mana Presiden Ali Abdullah Saleh diberikan amnesti sebagai imbalan untuk mundur. Kasus Yaman tidak bisa berlaku untuk Suriah. Ada pembantaian yang berlangsung. Kami meyakini Bashar al- Assad harus diadili.
“Dia adalah seorang kriminal dan jangan diberi perlindungan,” imbuh Sayda.
Sayda menyatakan, SNC akan membahas masa depan pemerintahan Suriah bersama pemberontak yang terlibat dalam pertempuran. Selain itu, SNC juga berdiskusi dengan para pejabat Suriah yang membelot. “Kami mempelajari ide pemerintahan transisi dan kami akan menghubungi semua pasukan pemberontak di Suriah,” katanya.
Dia mengatakan,pemimpin pemerintahan transisi nantinya harus seorang yang jujur dan patriotik. “Tentunya pemimpin Suriah ke depan berkomitmen untuk tujuan revolusi Suriah sejak awal. Lebih penting lagi, pemerintahan transisi harus kuat dan mampu mengelola situasi di Suriah,” tuturnya.
Sayda juga menegaskan bahwa aksi diplomatik terhadap rezim Assad bakal ditentukan melalui Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) pada September mendatang.
”Langkah selanjutnya harus dilaksanakan di luar Dewan Keamanan PBB. Kita seharusnya fokus pada Majelis Umum PBB,” katanya. Jika tetap bermain di Dewan Keamanan, maka langkah apa pun bakal dihalangi China dan Rusia yang merupakan aliansi utama Suriah.
()