Pembelian senjata di AS diperketat

Jum'at, 27 Juli 2012 - 09:41 WIB
Pembelian senjata di...
Pembelian senjata di AS diperketat
A A A
Sindonews.com - Presiden AS Barack Obama menyerukan reformasi undang-undang (UU) kepemilikan senjata. Reformasi yang ditekankan Obama adalah pengetatan persyaratan mengenai kepemilikan senjata.

Pengetatan yang dimaksud Obama adalah pemeriksaan para calon pembeli senjata berdasarkan akal sehatnya. Presiden kulit hitam pertama dalam sejarah AS itu menjamin bahwa orang yang tidak sehat tidak dapat memiliki senjata.

”Saya, seperti kebanyakan warga Amerika,percaya bahwa amendemen kedua menjamin individu untuk memiliki senjata, ”katanya dalam Konvensi Liga Urban Nasional di New Orleans, AS.

Amendemen kedua itu merupakan bagian dari konstitusi AS. ”Saya pikir kita mengakui tradisi kepemilikan senjata yang telah dilalui dari generasi ke generasi untuk berburu dan menembak,”terangnya seperti dikutip AFP.

Sayangnya, Obama tidak menjelaskan dengan pasti langkah dan upaya yang bakal dilakukannya. Hanya saja untuk mencapai konsensus mengenai pengetatan kepemilikan senjata, Obama menyatakan siap bekerja sama dengan Partai Republik di Kongres untuk mencapai kesepakatan.

Menurut Obama, semua pemilik senjata sepakat menolak jika kepemilikan AK-47 jatuh kepada para penjahat. Senjata itu seharusnya berada di medan pertempuran, bukan di jalanan.

”Tapi, apa yang kita lakukan tidak cukup. Diperlukan langkah lain untuk mengurangi kekerasan, yaitu bertemu dengan kubu oposisi di Kongres,” ujarnya. ”Individu yang memiliki penyakit mental seharusnya tidak dapat memiliki senjata dengan mudah. Upaya ini dibutuhkan pemahaman bersama.”

Seruan untuk amendemen konstitusi AS itu mengemuka setelah tragedi di Aurora di mana James Holmes, 24,membeli 4 senjata secara legal dan membunuh 12 orang serta melukai 58 orang saat menonton film Batman:The Dark Knight Rises. Selama delapan pekan, Holmes mampu membeli 6.300 kali amunisi. Sebelumnya, Holmes diduga mengirimkan tulisan mengenai peristiwa itu ke universitasnya.
()
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
19 menit yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
37 menit yang lalu
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
2 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
4 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
5 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved