Iran tuduh Israel dalang bom bus Bulgaria
Kamis, 26 Juli 2012 - 12:32 WIB
Iran tuduh Israel dalang bom bus Bulgaria
A
A
A
Sindonews.com - Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) Mohammad Khazaee menuduh pemerintah Israel sebagai dalang peledakan bus yang mengankut turis di Bulgaria.
Khazaee menjelaskan, operasi peledakan bom itu hanya bisa dilakukan rezim yang memiliki sejarah singkat operasi terorisme di negara lain. Karena pembunuhan dilakukan demi mencari keuntungan dari motif politik yang sempit.
“Luar biasa, beberapa saat setelah ledakan terjadi, Pemerintah Israel langsung mengeluarkan pengumuman Iran yang menjadi dalang dibalik aksi terorisme itu,” imbuh Khazaee seperti diberitakan dalam RIA Novosti, Kamis (26/7/2012).
Sebelumnya, paska ledakan Perdana Menteri Israeal Benjamin Netanyahu langsung mengutuk serangan itu dan menuduh Iran sebagai dalang dibalik serangan tersebut. Dia juga berjanji akan membalas serangan pemboman dengan cara yang lebih keras.
Media Bulgaria memberitakan penyerangan turis Israel pada 18 Juli lalu kemungkinan didalangi mantan penjahat yang pernah ditahan di Penjara Guantanamo, Kuba. Media Bulgaria mengatakan pelaku adalah Mehdi Ghezali (33) seorang warga Swedia asal Algeria.
Khazaee menjelaskan, operasi peledakan bom itu hanya bisa dilakukan rezim yang memiliki sejarah singkat operasi terorisme di negara lain. Karena pembunuhan dilakukan demi mencari keuntungan dari motif politik yang sempit.
“Luar biasa, beberapa saat setelah ledakan terjadi, Pemerintah Israel langsung mengeluarkan pengumuman Iran yang menjadi dalang dibalik aksi terorisme itu,” imbuh Khazaee seperti diberitakan dalam RIA Novosti, Kamis (26/7/2012).
Sebelumnya, paska ledakan Perdana Menteri Israeal Benjamin Netanyahu langsung mengutuk serangan itu dan menuduh Iran sebagai dalang dibalik serangan tersebut. Dia juga berjanji akan membalas serangan pemboman dengan cara yang lebih keras.
Media Bulgaria memberitakan penyerangan turis Israel pada 18 Juli lalu kemungkinan didalangi mantan penjahat yang pernah ditahan di Penjara Guantanamo, Kuba. Media Bulgaria mengatakan pelaku adalah Mehdi Ghezali (33) seorang warga Swedia asal Algeria.
()