Arroyo bebas dengan jaminan
Rabu, 25 Juli 2012 - 20:04 WIB
Arroyo bebas dengan jaminan
A
A
A
Sindonews.com – Setelah ditahan selama delapan bulan di rumah sakit militer, Mantan Presiden Filipina, Gloria Arroyo akhirnya dibebaskan dengan jaminan. Arroyo terbukti tidak bersalah atas tuduhan penipuan dalam pemilihan umum (pemilu) presiden tahun lalu.
“Pengadilan tidak mendapatkan cukup bukti untuk membutikan keterkaitan Arroyo dalam skandal penipuan,” imbuh seorang di pengadilan Filipina, seperti dikutip BBC, Rabu (25/7/2012).
Mantan presien Filipina tersebut meninggalkan rumah sakit Manila mengunakan penyangga leher setelah membayar uang jaminan sebesar USD23,700. Saat meninggalkan rumah sakit, Arroyo melewati barisan pengunjuk rasa yang marah dan tidak dapat menerima keputusan pengadilan tersebut.
Keputusan pengadilan merupakan kegagalan bagi Presiden Filipina Benigno Aquin, yang saat kampanye berjanji akan mengadili para pelaku korupsi di Filipina.
Mantan Presiden Filipina tersebut ditangkap pada November 2011 ketika berencana meninggalkan Filipina untuk menjalani pengobatan medis di luar negeri. Kemudian, di hadapan pengadilan Februari 2012, Arroyo mengatakan dirinya tidak melakukan kecurangan dalam pemilu 2007 lalu.
Saat itu, pengadilan Filipina akan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup jika Arroyo terbukti bersalah.
“Pengadilan tidak mendapatkan cukup bukti untuk membutikan keterkaitan Arroyo dalam skandal penipuan,” imbuh seorang di pengadilan Filipina, seperti dikutip BBC, Rabu (25/7/2012).
Mantan presien Filipina tersebut meninggalkan rumah sakit Manila mengunakan penyangga leher setelah membayar uang jaminan sebesar USD23,700. Saat meninggalkan rumah sakit, Arroyo melewati barisan pengunjuk rasa yang marah dan tidak dapat menerima keputusan pengadilan tersebut.
Keputusan pengadilan merupakan kegagalan bagi Presiden Filipina Benigno Aquin, yang saat kampanye berjanji akan mengadili para pelaku korupsi di Filipina.
Mantan Presiden Filipina tersebut ditangkap pada November 2011 ketika berencana meninggalkan Filipina untuk menjalani pengobatan medis di luar negeri. Kemudian, di hadapan pengadilan Februari 2012, Arroyo mengatakan dirinya tidak melakukan kecurangan dalam pemilu 2007 lalu.
Saat itu, pengadilan Filipina akan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup jika Arroyo terbukti bersalah.
()