Suriah gunakan senjata kimia sarin
Rabu, 25 Juli 2012 - 11:21 WIB
Suriah gunakan senjata kimia sarin
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Pers Pentagon George Little mengecam pengunaan senjatan kimia di Suriah tak bisa ditoleransi dan tak bisa diterima. Saat ini, Suriah memiliki senjata kimia yang mengandung sarin dalam jumlah besar, tabun (senjata kimia perusak saraf), mustard gas (senjata kimia yang bisa merusak kulit). Selain itu, Suriah dilaporkan memproduksi VX sebagai senjata pemusnah masal.
Sejauh ini, Pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak bisa berspekulasi tentang seberapa jauh niat Suriah menguakan senjata kimia tersebut. Namun, Suriah tidak seharusnya mengunakan senjata kimia untuk alasan apapun.
"Saya menilai dari waktu ke waktu Suriah terus meningkatkan penjagaan di lokasi penyimpanan senjata tersebut," tutur Little seperti diberitakan RIA Novosti, Rabu (25/7/2012).
Little menambahkan pemerintah Suriah selama ini melindungi senjata kimia dan biologi i dengan baik di tempat yang dapat dipantau dengan baik rezim Assad. Awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama juga telah mengecam penggunaan senjata kimia oleh Pemerintah Suriah.
Lebih dari itu, Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Suriah menegaskan kepemilikan cadangan senjata kimia dan siap menggunakannya jika Pihak Barat bertekad mengagresi Suriah. Padahal, Sejak 1968, Suriah telah menandatangani Protokol Jenewa 1925, mengenai larangan penggunaan gas penyesak pernapasan, gas beracun atau gas lainnya, dan metode peperangan dengan menggunakan bakteri.
Sejauh ini, Pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak bisa berspekulasi tentang seberapa jauh niat Suriah menguakan senjata kimia tersebut. Namun, Suriah tidak seharusnya mengunakan senjata kimia untuk alasan apapun.
"Saya menilai dari waktu ke waktu Suriah terus meningkatkan penjagaan di lokasi penyimpanan senjata tersebut," tutur Little seperti diberitakan RIA Novosti, Rabu (25/7/2012).
Little menambahkan pemerintah Suriah selama ini melindungi senjata kimia dan biologi i dengan baik di tempat yang dapat dipantau dengan baik rezim Assad. Awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama juga telah mengecam penggunaan senjata kimia oleh Pemerintah Suriah.
Lebih dari itu, Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Suriah menegaskan kepemilikan cadangan senjata kimia dan siap menggunakannya jika Pihak Barat bertekad mengagresi Suriah. Padahal, Sejak 1968, Suriah telah menandatangani Protokol Jenewa 1925, mengenai larangan penggunaan gas penyesak pernapasan, gas beracun atau gas lainnya, dan metode peperangan dengan menggunakan bakteri.
()