Komandan dan 13 perwira Afghanistan ikut Taliban
Selasa, 24 Juli 2012 - 18:30 WIB
Komandan dan 13 perwira Afghanistan ikut Taliban
A
A
A
Sindonews.com - Seorang komandan polisi, Mirwais, memutuskan untuk mengikuti kelompok Taliban yang berada di Afghanistan bagian barat. Mirwais bergabung bersama 13 orang perwira muda Afghanistan lainnya.
Mirwais bersama 20 orang pemuda ditangkap di pos pemeriksaan pada Minggu 22 Juli lalu di Farah, Afghanistan. Daerah itu merupakan wilayah paling aman dibagian barat dengan kondisi yang tergolong damai.
Seorang komandan polisi itu dikabarkan telah mencuri senjata berat, radio, kendaraan polisi, dan kedaraan lapis baja milik tentara Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Mirwais bermarkas di desa Shewan, wilayah Bala Bulak yang selama ini menjadi markas tentara Taliban.
Padahal, Pemerintah Afghanistan telah berhasil memukul mundur Taliban dari Farah, sayang tak lama kemudian mereka kembali ke wilayah tersebut. Karena itu, Afghanistan mengerahkan polisi dan badan intelijen untuk menangkap komandan beserta anak buahnya yang melakukan pembelotan.
Mirwais dan pasukannya dikabarkan bergabung dengan kepolisian Afghanistan sekitar dua tahun lalu. Pemerintah Afghanitan mengatakan, jauh sebelum melakukan aksi pembelotan ini, mereka pasti telah berbagi data penting terkait dengan kepolisian negara ini.
Mirwais bersama 20 orang pemuda ditangkap di pos pemeriksaan pada Minggu 22 Juli lalu di Farah, Afghanistan. Daerah itu merupakan wilayah paling aman dibagian barat dengan kondisi yang tergolong damai.
Seorang komandan polisi itu dikabarkan telah mencuri senjata berat, radio, kendaraan polisi, dan kedaraan lapis baja milik tentara Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Mirwais bermarkas di desa Shewan, wilayah Bala Bulak yang selama ini menjadi markas tentara Taliban.
Padahal, Pemerintah Afghanistan telah berhasil memukul mundur Taliban dari Farah, sayang tak lama kemudian mereka kembali ke wilayah tersebut. Karena itu, Afghanistan mengerahkan polisi dan badan intelijen untuk menangkap komandan beserta anak buahnya yang melakukan pembelotan.
Mirwais dan pasukannya dikabarkan bergabung dengan kepolisian Afghanistan sekitar dua tahun lalu. Pemerintah Afghanitan mengatakan, jauh sebelum melakukan aksi pembelotan ini, mereka pasti telah berbagi data penting terkait dengan kepolisian negara ini.
()