80 rumah terpanggang akibat kekerasan di India
Selasa, 24 Juli 2012 - 15:58 WIB
80 rumah terpanggang akibat kekerasan di India
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 80 rumah dilaporkan terbakar sementara 50 ribu penduduk di India timur terpaksa tinggal di tempat perlindungan. Kekerasan komunal yang awalnya pecah di daerah Kokrajha telah meluas ke Dhubri dan Chirang.
Kepala kepolisian J.N. Choudhury mengatakan, kekerasan komunal ini pecah pada Sabtu malam, sayang pasukan keamanan India tidak berhasil mengendalikan situasi di lapangan. Sebelumnya, dilaporkan 19 orang korban tewas, tetapi jumlah itu telah berkembang menjadi 21 korban tewas.
Sejak kekerasan komunal pecah pada Jumat 20 Juli lalu di daerah Kokrajha, penduduk berusaha melarikan diri meninggalkan hutan dan berjalan mengikuti aliran sungai. Seperti dilansir Xinhua, Selasa (24/7/2012).
Sementara itu, polisi lokal inspektur jenderal S.N. Singh mengatakan sekitar 5 ribu orang pasukan telah dikerahkan ke daerah tersebut. Mereka diberikan mandat untuk melepaskan tembakan kepada pihak mana pun yang memicu kerusuhan.
Akibat kekerasan komunal ini, sekitar 30 kereta telah diblokir, sehingga 15 ribu penumpang terbengkalai di wilayah negara bagian Bodoland Territorial Administered Districts (BTAD).
Kepala kepolisian J.N. Choudhury mengatakan, kekerasan komunal ini pecah pada Sabtu malam, sayang pasukan keamanan India tidak berhasil mengendalikan situasi di lapangan. Sebelumnya, dilaporkan 19 orang korban tewas, tetapi jumlah itu telah berkembang menjadi 21 korban tewas.
Sejak kekerasan komunal pecah pada Jumat 20 Juli lalu di daerah Kokrajha, penduduk berusaha melarikan diri meninggalkan hutan dan berjalan mengikuti aliran sungai. Seperti dilansir Xinhua, Selasa (24/7/2012).
Sementara itu, polisi lokal inspektur jenderal S.N. Singh mengatakan sekitar 5 ribu orang pasukan telah dikerahkan ke daerah tersebut. Mereka diberikan mandat untuk melepaskan tembakan kepada pihak mana pun yang memicu kerusuhan.
Akibat kekerasan komunal ini, sekitar 30 kereta telah diblokir, sehingga 15 ribu penumpang terbengkalai di wilayah negara bagian Bodoland Territorial Administered Districts (BTAD).
()