FBI jinakkan rangkaian bom The Joker
Minggu, 22 Juli 2012 - 12:59 WIB
FBI jinakkan rangkaian bom The Joker
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Amerika Serikat (AS) melaporkan telah berhasil menjinakkan sejumlah bahan peledak yang terpasang di dalam apartemen James Holmes, tersangka penembakan pengunjung bioskop di Aurora, Denver, Colorado.
Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) dan kepolisian setempat menggunakan kamera optik yang disusupkan ke apartemen melalui jendela untuk memastikan seberapa banyak bahan peledak dalam apartemen Holmes.
Kepala Kepolisian Aurora, Danl Oates, mengatakan apartemen tersebut dipasangi ranjau yang mudah terbakar. "Saya pribadi belum pernah menemukan hal seperti ini," ungkap Oates seperti dilansir dalam BBC, Minggu (22/7/2012).
Polisi menduga Holmes merancang dengan matang bom yang terpasang di apartemennya. "Ia sengaja mendesain apartemen ini untuk membunuh siapa saja yang mencoba memasukinya," ungkap Oates.
Dengan hati-hati, tim penjinak meledakkan beberapa bom yang terpasang di apartemen Holmes. Kemudian polisi memotong kabel-kabel yang tersambung ke dalam botol-botol yang berisi cairan.
James Holmes pelaku penembakan di bioskop Aurora, Denver, ditangkap tak lama setelah menyerang penonton yang sedang menyaksikan pemutaran film "The Dark Knight Rises" Jumat 20 Juli 2012, tengah malam.
Saat ditangkap oleh polisi, Holmes menyebut dirinya tokoh antagonis yang selalu menjadi lawan tokoh serial Batman, yakni Joker.
Saat melakukan aksinya “The Joker” membawa empat buah senjata. Dalam insiden ini, 12 orang dilaporkan tewas sementara 58 orang lainya menderita luka-luka.
Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) dan kepolisian setempat menggunakan kamera optik yang disusupkan ke apartemen melalui jendela untuk memastikan seberapa banyak bahan peledak dalam apartemen Holmes.
Kepala Kepolisian Aurora, Danl Oates, mengatakan apartemen tersebut dipasangi ranjau yang mudah terbakar. "Saya pribadi belum pernah menemukan hal seperti ini," ungkap Oates seperti dilansir dalam BBC, Minggu (22/7/2012).
Polisi menduga Holmes merancang dengan matang bom yang terpasang di apartemennya. "Ia sengaja mendesain apartemen ini untuk membunuh siapa saja yang mencoba memasukinya," ungkap Oates.
Dengan hati-hati, tim penjinak meledakkan beberapa bom yang terpasang di apartemen Holmes. Kemudian polisi memotong kabel-kabel yang tersambung ke dalam botol-botol yang berisi cairan.
James Holmes pelaku penembakan di bioskop Aurora, Denver, ditangkap tak lama setelah menyerang penonton yang sedang menyaksikan pemutaran film "The Dark Knight Rises" Jumat 20 Juli 2012, tengah malam.
Saat ditangkap oleh polisi, Holmes menyebut dirinya tokoh antagonis yang selalu menjadi lawan tokoh serial Batman, yakni Joker.
Saat melakukan aksinya “The Joker” membawa empat buah senjata. Dalam insiden ini, 12 orang dilaporkan tewas sementara 58 orang lainya menderita luka-luka.
()