Pemberontak klaim bertanggung jawab atas serangan bom
Kamis, 19 Juli 2012 - 11:44 WIB
Pemberontak klaim bertanggung jawab atas serangan bom
A
A
A
Sindonews.com – Dua kelompok pemberontak Suriah mengklaim bertanggung jawab atas aksi pemboman yang menewaskan beberapa petinggi militer Suriah, termasuk Menteri Pertahanan Suriah, Daoud Rajhapada, Rabu 18 Juli 2012.
Liwa al-Islam atau yang biasa disebut The Brigade of Islam dalam akun Facebooknya menuliskan, "Serangan tersebut menargetkan sel yang mereka sebut sebagai ruang yang mengontrol krisis yang terjadi di Suriah," seperti diberitakan dalam ABCnet.au, Kamis (19/7/2012).
Posting mereka diberankan oleh juru bicara mereka melalui sambungan telepon.
Free Syrian Army (FSA) melalui juru bicaranya Qassim Saadedine juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Ini adalah gunung berapi yang kita bicarakan, serangan ini barulah awal," ungkap Saadedine seperti diberitakan dalam ABCnet.au,Kamis, (19/7/2012).
Kelompok pemberontak mengatakan, bom tersebut ditanam sehari sebelum rapat. Mereka juga telah memastikan target penyerangan tersebut adalah petinggi militer Suriah. Target penyerangan bom adalah gedung keamanan nasional di Damaskus yang menjadi lokasi pertemuan para menteri.
Setelah aksi pemboman ini, aktivis oposisi Suriah memposting rekaman perayaan kemenangan mereka. Aksi pemboman tersebut terjadi tepat di jantung rezim pemerintahan Suriah, lokasi dimana sebelumnya pemberontak dan militer Suriah saling serang di setengah wilayah ibu kota Suriah.
Liwa al-Islam atau yang biasa disebut The Brigade of Islam dalam akun Facebooknya menuliskan, "Serangan tersebut menargetkan sel yang mereka sebut sebagai ruang yang mengontrol krisis yang terjadi di Suriah," seperti diberitakan dalam ABCnet.au, Kamis (19/7/2012).
Posting mereka diberankan oleh juru bicara mereka melalui sambungan telepon.
Free Syrian Army (FSA) melalui juru bicaranya Qassim Saadedine juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Ini adalah gunung berapi yang kita bicarakan, serangan ini barulah awal," ungkap Saadedine seperti diberitakan dalam ABCnet.au,Kamis, (19/7/2012).
Kelompok pemberontak mengatakan, bom tersebut ditanam sehari sebelum rapat. Mereka juga telah memastikan target penyerangan tersebut adalah petinggi militer Suriah. Target penyerangan bom adalah gedung keamanan nasional di Damaskus yang menjadi lokasi pertemuan para menteri.
Setelah aksi pemboman ini, aktivis oposisi Suriah memposting rekaman perayaan kemenangan mereka. Aksi pemboman tersebut terjadi tepat di jantung rezim pemerintahan Suriah, lokasi dimana sebelumnya pemberontak dan militer Suriah saling serang di setengah wilayah ibu kota Suriah.
()