Bom Suriah tewaskan 3 orang kepercayaan Assad
Kamis, 19 Juli 2012 - 11:33 WIB
Bom Suriah tewaskan 3 orang kepercayaan Assad
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Suriah melalui televisi pemerintah menyebut aksi pemboman yang menewaskan Menteri Pertahanan Suriah, Daoud Rajha, pada Rabu 18 Juli 2012, sebagai aksi bom teroris.
Korban tewas yang awalnya diberitakan hanya satu orang, bertambah menjadi tiga orang. Diantara mereka yang tewas, tidak hanya merenggut nyawa orang di lingkaran dalam presiden tetapi juga pihak yang sangat dipercaya oleh presiden Suriah Bashar al-Assad.
Selain Menteri Pertahanan dan mantan kepala staf Jenderal Daoud Rajiha, diberitakan adik ipar presiden Assad, Deputi Menteri Pertahanan Assef Shawkat, Asisten wakil kepresidenan dan kepala manajemen krisis Gen Hassan Turkomani juga turut menjadi korban tewas aksi tersebut.
Sementara dua orang pejabat yang masih terluka di rumah sakit antara lain, Menteri Dalam Negeri Suriah, Mohammad Ibrahim al-Shaar dan Kepala Biro Keamanan Nasional Hisyam Ikhtiar.
Serangan ini menjadi pukulan serius bagi rezim pemerintahan Assad sejak pemberontakan dimulai setahun yang lalu.
Sementara itu, tentara Suriah berjanji akan membalas aksi penyerangan ini. "Militer Suriah bertekat menghentikan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak, penjahat dan menangkap mereka kemanapun mereka pergi," pernyataan militer Suriah.
Korban tewas yang awalnya diberitakan hanya satu orang, bertambah menjadi tiga orang. Diantara mereka yang tewas, tidak hanya merenggut nyawa orang di lingkaran dalam presiden tetapi juga pihak yang sangat dipercaya oleh presiden Suriah Bashar al-Assad.
Selain Menteri Pertahanan dan mantan kepala staf Jenderal Daoud Rajiha, diberitakan adik ipar presiden Assad, Deputi Menteri Pertahanan Assef Shawkat, Asisten wakil kepresidenan dan kepala manajemen krisis Gen Hassan Turkomani juga turut menjadi korban tewas aksi tersebut.
Sementara dua orang pejabat yang masih terluka di rumah sakit antara lain, Menteri Dalam Negeri Suriah, Mohammad Ibrahim al-Shaar dan Kepala Biro Keamanan Nasional Hisyam Ikhtiar.
Serangan ini menjadi pukulan serius bagi rezim pemerintahan Assad sejak pemberontakan dimulai setahun yang lalu.
Sementara itu, tentara Suriah berjanji akan membalas aksi penyerangan ini. "Militer Suriah bertekat menghentikan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak, penjahat dan menangkap mereka kemanapun mereka pergi," pernyataan militer Suriah.
()