Warga Samoan tuntut kewarganegaraan AS
Selasa, 17 Juli 2012 - 15:24 WIB
Warga Samoan tuntut kewarganegaraan AS
A
A
A
Sindonews.com - Sekelompok orang yang berasal dari negara bagian federal Samoan Amerika Serikat (AS) mengajukan berkas keberatan. Dokumen itu mempertanyakan status kewarganegaraan mereka kepada pengadilan federal AS.
Saat ini, penduduk Samoan tidak memiliki kartu tanda penduduk warga AS, meskipun mereka hidup di negara bagian AS. Akibatnya penduduk Samoan tidak memiliki hak untuk menyalurkan suara mereka dalam pemilihan presiden AS mendatang. Gugatan hukum ini dilakukan untuk menyangkal bahwa mereka bukanlah warga negara.
Sementara itu, Kepala federasi Loa-Pele-Faletoga mengungkapkan pengakuan sebagai warga negara AS sangat penting bagi penduduk Samoan.
"Pada 17 April 1990, pemimpin negara bagian Samoan mengibarkan bendara AS. Saat itu penduduk Samoan percaya mereka adalah warga negara AS, keyakinan itu sudah berjalan selama 112 tahum," ungkap Faletoga, seperti diberitakan dalam RadioAustralia, Selasa (17/7/2012).
Faletoga menambahkan, ironisnya sampai hari ini pemerintah AS belum menganggap penduduk Samoan sebagai bagian dari warga AS. Anggapan tersebut membuat penduduk Samoan merasa digolongkan sebagai penduduk kelas kedua.
Masalah kependudukan menjadi masalah utama bagi penduduk Samoan. Padahal jika mereka terdiskriminasi, mereka tidak bisa mencalonkan diri melayani militer. Selain itu, mereka juga dianggap tidak memenuhi syarat untuk bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran atau polisi.
Saat ini, penduduk Samoan tidak memiliki kartu tanda penduduk warga AS, meskipun mereka hidup di negara bagian AS. Akibatnya penduduk Samoan tidak memiliki hak untuk menyalurkan suara mereka dalam pemilihan presiden AS mendatang. Gugatan hukum ini dilakukan untuk menyangkal bahwa mereka bukanlah warga negara.
Sementara itu, Kepala federasi Loa-Pele-Faletoga mengungkapkan pengakuan sebagai warga negara AS sangat penting bagi penduduk Samoan.
"Pada 17 April 1990, pemimpin negara bagian Samoan mengibarkan bendara AS. Saat itu penduduk Samoan percaya mereka adalah warga negara AS, keyakinan itu sudah berjalan selama 112 tahum," ungkap Faletoga, seperti diberitakan dalam RadioAustralia, Selasa (17/7/2012).
Faletoga menambahkan, ironisnya sampai hari ini pemerintah AS belum menganggap penduduk Samoan sebagai bagian dari warga AS. Anggapan tersebut membuat penduduk Samoan merasa digolongkan sebagai penduduk kelas kedua.
Masalah kependudukan menjadi masalah utama bagi penduduk Samoan. Padahal jika mereka terdiskriminasi, mereka tidak bisa mencalonkan diri melayani militer. Selain itu, mereka juga dianggap tidak memenuhi syarat untuk bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran atau polisi.
()