Hillary: Perundingan nuklir Iran tersendat
Selasa, 17 Juli 2012 - 11:15 WIB
Hillary: Perundingan nuklir Iran tersendat
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton dalam kunjunganya ke Israel menyatakan proposal yang diajukan oleh Iran dalam perundingan soal nuklir tidak bisa dijalankan.
"Sejauh ini program perjanjian yang disepakati oleh Iran dan P5+1 (Rusia, China, Inggris, Prancis, Amerika Serikat dan Jerman) belum berjalan," ungkap Hillary seperti diberitakan dalam ABCnet.au, Selasa (17/7/2012).
"Meskipun perundingan nuklir telah berlangsung tiga kali, namun belum ada keputusan strategis yang dihasilkan," imbuh Hillary.
Dalam kunjungan kenegaraanya ke Israel, Hillary mengatakan AS akan menggunakan semua kekuatan untuk mencegah Iran melanjutkan program pengayaan nuklir Iran.
"Kami akan menggunakan berbagai kekuatan yang kami miliki untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir," ungkap Hillary
Hillary mengatakan, kini tekanan yang dirasakan oleh Iran bertambah besar, hal ini akan terus berlanjut jika mereka terus melanjutkan pengembangan nuklir mereka.
Pernyataan Hillary disampaikan selang beberapa hari AS menjatuhkan saksi internasional terhadap Iran.
Sementara itu, Israel mengatakan diplomasi dual track yang dilakukan oleh AS terhadap Iran dengan melakukan tekanan diplomatik dan penjatuhan sanksi ekonomi tidak akan cukup. Israel tetap yakin pengelolaan nuklir Iran akan menimbulkan ancaman bagi negara Yahudi.
"Kami membicarakan tentang langkah kongkrit yang dapat diambil untuk menekan Israel," ungkap Presiden Israel, Shimon Peres.
Dalam kunjungannya Hillary mencoba meyakinkan Shimon Peres, penjatuhan tekanan berupa sanksi ekonomi bagi Iran sulit untuk dilanjutkan lebih mendalam.
Hillary menambahkan, AS akan tetap berkomitmen membangun dan memelihara koalisi dengan Israel ataupun negara internsional lainnya untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
"Sejauh ini program perjanjian yang disepakati oleh Iran dan P5+1 (Rusia, China, Inggris, Prancis, Amerika Serikat dan Jerman) belum berjalan," ungkap Hillary seperti diberitakan dalam ABCnet.au, Selasa (17/7/2012).
"Meskipun perundingan nuklir telah berlangsung tiga kali, namun belum ada keputusan strategis yang dihasilkan," imbuh Hillary.
Dalam kunjungan kenegaraanya ke Israel, Hillary mengatakan AS akan menggunakan semua kekuatan untuk mencegah Iran melanjutkan program pengayaan nuklir Iran.
"Kami akan menggunakan berbagai kekuatan yang kami miliki untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir," ungkap Hillary
Hillary mengatakan, kini tekanan yang dirasakan oleh Iran bertambah besar, hal ini akan terus berlanjut jika mereka terus melanjutkan pengembangan nuklir mereka.
Pernyataan Hillary disampaikan selang beberapa hari AS menjatuhkan saksi internasional terhadap Iran.
Sementara itu, Israel mengatakan diplomasi dual track yang dilakukan oleh AS terhadap Iran dengan melakukan tekanan diplomatik dan penjatuhan sanksi ekonomi tidak akan cukup. Israel tetap yakin pengelolaan nuklir Iran akan menimbulkan ancaman bagi negara Yahudi.
"Kami membicarakan tentang langkah kongkrit yang dapat diambil untuk menekan Israel," ungkap Presiden Israel, Shimon Peres.
Dalam kunjungannya Hillary mencoba meyakinkan Shimon Peres, penjatuhan tekanan berupa sanksi ekonomi bagi Iran sulit untuk dilanjutkan lebih mendalam.
Hillary menambahkan, AS akan tetap berkomitmen membangun dan memelihara koalisi dengan Israel ataupun negara internsional lainnya untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
()