Myanmar buka akses telepon dan Internet
Senin, 16 Juli 2012 - 15:51 WIB
Myanmar buka akses telepon dan Internet
A
A
A
Sindonews.com - Myanmar memulai proses liberalisasi jaringan komunikasi untuk mendorong kemudahan akses mobile, internet, dan menarik investasi asing.
"Kami sudah mulai melakukan kegiatan reformasi untuk menyediakan layanan telekomunikasi bagi masyarakat yang sesuai standar internasional dengan harga murah,"ungkap Menteri Komunikasi Myanmar, Thein Tun seperti diberitakan dalam Radio Australia, Senin (16/7/2012).
Sejak awal minggu ini, Kementerian Komunikasi telah meminta bantuan konsultan untuk mengatur proses tender. Tujuannya untuk membuka sebuah pasar baru bagi perusahaan asing yang ingin memanfaatkan potensi pertumbuhan pasar di Myanmar.
Thein Tun mengatakan, perusahaan telekomunikasi Myanmar Posts and Telecommunications dan provider internet Yatanarpon Teleport berencana membuat perusahaan patungan. Proses tender melibatkan perusahaan lokal dan luar negeri yang memiliki pengalaman di bidang jasa telekomunikasi internasional.
Komunikasi dipandang sebagai hambatan utama pembangunan di Myanmar. Di negara yang termaksud kategori negara miskin di dunia ini, hanya sedikit orang yang mempu membeli telepon genggam seharga USD 100. Selain itu, akses internet hanya dijangkau oleh orang-orang di perkotaan.
Perubahan yang direncanakan oleh pemimpin Myanmar dinilai oleh banyak pihak sebagai peluang besar bagi perusahaan internasional untuk memasarkan produk mereka pada 60 juta penduduk Myanmar.
Setelah sanksi ekonomi Myanmar berkurang, banyak perusahaan asing internasional mengincar Myanmar. Kini, parlemen Myanmar sedang mempertimbangkan perlu tidaknya pembuatan undang-undang investasi asing baru guna memperkuat ekonomi Myanmar.
"Kami sudah mulai melakukan kegiatan reformasi untuk menyediakan layanan telekomunikasi bagi masyarakat yang sesuai standar internasional dengan harga murah,"ungkap Menteri Komunikasi Myanmar, Thein Tun seperti diberitakan dalam Radio Australia, Senin (16/7/2012).
Sejak awal minggu ini, Kementerian Komunikasi telah meminta bantuan konsultan untuk mengatur proses tender. Tujuannya untuk membuka sebuah pasar baru bagi perusahaan asing yang ingin memanfaatkan potensi pertumbuhan pasar di Myanmar.
Thein Tun mengatakan, perusahaan telekomunikasi Myanmar Posts and Telecommunications dan provider internet Yatanarpon Teleport berencana membuat perusahaan patungan. Proses tender melibatkan perusahaan lokal dan luar negeri yang memiliki pengalaman di bidang jasa telekomunikasi internasional.
Komunikasi dipandang sebagai hambatan utama pembangunan di Myanmar. Di negara yang termaksud kategori negara miskin di dunia ini, hanya sedikit orang yang mempu membeli telepon genggam seharga USD 100. Selain itu, akses internet hanya dijangkau oleh orang-orang di perkotaan.
Perubahan yang direncanakan oleh pemimpin Myanmar dinilai oleh banyak pihak sebagai peluang besar bagi perusahaan internasional untuk memasarkan produk mereka pada 60 juta penduduk Myanmar.
Setelah sanksi ekonomi Myanmar berkurang, banyak perusahaan asing internasional mengincar Myanmar. Kini, parlemen Myanmar sedang mempertimbangkan perlu tidaknya pembuatan undang-undang investasi asing baru guna memperkuat ekonomi Myanmar.
()