Hubungan China dan Filipina kembali memanas
Sabtu, 14 Juli 2012 - 19:25 WIB
Hubungan China dan Filipina kembali memanas
A
A
A
Sindonews.com - Hubungan antara pemerintah China dengan Filipina kembali memanas setelah China memasang radar di sebuah pulau yang disengketakan di laut China Selatan.
Walikota Filipina Eugenio Bito-Onon mengatakan China telah memasang radar kuat pada SUBI Reef 12 mil dari pulau Kalayaan yang terletak di wilayah Spratleys yang diklaim oleh Filipina.
"Radar ini dapat digunakan untuk memantau pola cuaca, tetapi juga mampu mendeteksi setiap benda bergerak atau mengambang di wilayah tersebut," ungkap Eugenio Bito-Onon seperti diberitkan dalam ABCnet. au, Minggu (14/7/2012).
Sementara itu, juru bicara Presiden Filipina, Ricky Carandang mengatakan jika laporan ini benar maka tindakan China merupakan tindakan provokatif. Ricky Carandang menambahkan, instalasi radar bertentangan dengan upaya Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Cina untuk membentuk satu kode etik bagi negara yang mengklaim daerah di wilayah tersebut.
Baik Filipina maupun China menuntut hak-hak berdaulat atas kepulauan Kalayaan dimana kedua negara tersebut telah terlibat perselisihan teritorial sejak bulan April lalu.
Walikota Filipina Eugenio Bito-Onon mengatakan China telah memasang radar kuat pada SUBI Reef 12 mil dari pulau Kalayaan yang terletak di wilayah Spratleys yang diklaim oleh Filipina.
"Radar ini dapat digunakan untuk memantau pola cuaca, tetapi juga mampu mendeteksi setiap benda bergerak atau mengambang di wilayah tersebut," ungkap Eugenio Bito-Onon seperti diberitkan dalam ABCnet. au, Minggu (14/7/2012).
Sementara itu, juru bicara Presiden Filipina, Ricky Carandang mengatakan jika laporan ini benar maka tindakan China merupakan tindakan provokatif. Ricky Carandang menambahkan, instalasi radar bertentangan dengan upaya Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Cina untuk membentuk satu kode etik bagi negara yang mengklaim daerah di wilayah tersebut.
Baik Filipina maupun China menuntut hak-hak berdaulat atas kepulauan Kalayaan dimana kedua negara tersebut telah terlibat perselisihan teritorial sejak bulan April lalu.
()