Iran tidak berniat balas tekanan Eropa
Kamis, 05 Juli 2012 - 18:06 WIB
Iran tidak berniat balas tekanan Eropa
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyinggung sikap Uni Eropa (UE) atas kebijakan untuk bermusuhan dengan Iran. Sementara Ahmadinejad tidak berniat sekalipun membalas tekanan UE yang menyulitkan posisi Iran.
Ahmadinejad menyampaikan pandangannya tentang sikap negara Eropa dan Uni Eropa disela pertemuan dengan Duta Besar baru Portugal untuk Iran, Mario Fernando Damash Nunes.
"Eropa telah berkali-kali menciptakan kesulitan bagi Iran. Namun, Iran tidak pernah berniat melancarkan aksi balas dendam," ungkap Ahmadinejad
Ahmadinejad menambahkan, apakah negara Eropa dan Uni Eropa akan mendapatkan keuntungan dari tindakan permusuhan ini. Ia meyakini, sikap permusuhan yang dilakukan oleh negara Eropa dan Uni Eropa merupakan bentuk tekanan kekuatan hegemoni.
Ahmadinejad dalam pertemuan tersebut mengingatkan, kondisi dunia saat ini memerlukan sebuah tatanan baru. Sebuah tatanan dunia yang dilandasi dengan keadilan dan sikap saling menghormati. Masyarakat internasional kini harus terlibat secara aktif menciptakan manjemen global yang konstruktif.
Sementara itu, Duta Besar Portugal untuk Iran, Damash Nunes mengatakan, Pemerintah Portugal akan kembali meninjau posisinya terhadap sanksi yang dijatuhkan UE terhadap Iran. Selain itu, Portugal berjanji akan mendukung hak-hak rakyat Iran dan perdamaian dan keamanan.
Sebelumnya, pada 1 Juli lalu, embargo impor minyak Iran terhadap negara Eropa mulai berlaku. Sanksi ini merupakan upaya penekanan UE untuk menekan program pengayaan nuklir Iran. Negara Barat dan UE menilai program nuklir Iran dikembangkan untuk tujuan militer.
Iran mengatakan program pengembangan nuklirnya dikembangkan untuk tujuan damai. Pengembangan nuklir Iran merupakan hak Iran dan tidak bertentangan dengan Perjanjian Non-Proliferasi nuklir dan anggota Badan Energi Atom Internasional.
Ahmadinejad menyampaikan pandangannya tentang sikap negara Eropa dan Uni Eropa disela pertemuan dengan Duta Besar baru Portugal untuk Iran, Mario Fernando Damash Nunes.
"Eropa telah berkali-kali menciptakan kesulitan bagi Iran. Namun, Iran tidak pernah berniat melancarkan aksi balas dendam," ungkap Ahmadinejad
Ahmadinejad menambahkan, apakah negara Eropa dan Uni Eropa akan mendapatkan keuntungan dari tindakan permusuhan ini. Ia meyakini, sikap permusuhan yang dilakukan oleh negara Eropa dan Uni Eropa merupakan bentuk tekanan kekuatan hegemoni.
Ahmadinejad dalam pertemuan tersebut mengingatkan, kondisi dunia saat ini memerlukan sebuah tatanan baru. Sebuah tatanan dunia yang dilandasi dengan keadilan dan sikap saling menghormati. Masyarakat internasional kini harus terlibat secara aktif menciptakan manjemen global yang konstruktif.
Sementara itu, Duta Besar Portugal untuk Iran, Damash Nunes mengatakan, Pemerintah Portugal akan kembali meninjau posisinya terhadap sanksi yang dijatuhkan UE terhadap Iran. Selain itu, Portugal berjanji akan mendukung hak-hak rakyat Iran dan perdamaian dan keamanan.
Sebelumnya, pada 1 Juli lalu, embargo impor minyak Iran terhadap negara Eropa mulai berlaku. Sanksi ini merupakan upaya penekanan UE untuk menekan program pengayaan nuklir Iran. Negara Barat dan UE menilai program nuklir Iran dikembangkan untuk tujuan militer.
Iran mengatakan program pengembangan nuklirnya dikembangkan untuk tujuan damai. Pengembangan nuklir Iran merupakan hak Iran dan tidak bertentangan dengan Perjanjian Non-Proliferasi nuklir dan anggota Badan Energi Atom Internasional.
()