Bentrokan polisi Peru-pekerja tambang, 3 orang tewas
Rabu, 04 Juli 2012 - 18:01 WIB
Bentrokan polisi Peru-pekerja tambang, 3 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com – Bentrokan antara polisi Peru dengan para pekerja tambang di negara bagian Cajamarca, Peru, dikabarkan tiga orang tewas. Sementara koban luka-luka mencapai 21 orang dan sebanyak 15 pekerja ditangkap pihak kepolisian Peru.
Bentrokan itu terjadi ketika, ratusan para pekerja itu berdemonstrasi menentang sebuah proyek kontroversial pembangunan sebuah tambang emas milik Newmont di bagian utara Peru yang bernilai USD 4,8 miliar . Demikian dikabarkan oleh press TV, Rabu (4/7/2012).
Bentrok antara pekerja tambang dengan petugas kepolisian tersebut pecah ketika demonstran melempari kantor pemerintah Ibu Kota Celendin dengan menggunakan batu.
Direktur Kesehatan Cajamarca, Reynaldo Nunez mengatakan, dua dari tiga orang yang tewas tertembak di bagian kepala.
Para demonstran menilai pembangunan tambang emas milik Newmont di bagian utara Peru akan merusak lingkungan, karena mencemari air danau dan sungai.
Sementara itu, Presiden Peru Oscar Valdes mengutuk aksi demonstrasi yang akhirnya berakhir dengan kekerasan ini. Akibat insiden ini pemerintah Peru menyatakan keadaan darurat di tiga provinsi.
Bentrokan itu terjadi ketika, ratusan para pekerja itu berdemonstrasi menentang sebuah proyek kontroversial pembangunan sebuah tambang emas milik Newmont di bagian utara Peru yang bernilai USD 4,8 miliar . Demikian dikabarkan oleh press TV, Rabu (4/7/2012).
Bentrok antara pekerja tambang dengan petugas kepolisian tersebut pecah ketika demonstran melempari kantor pemerintah Ibu Kota Celendin dengan menggunakan batu.
Direktur Kesehatan Cajamarca, Reynaldo Nunez mengatakan, dua dari tiga orang yang tewas tertembak di bagian kepala.
Para demonstran menilai pembangunan tambang emas milik Newmont di bagian utara Peru akan merusak lingkungan, karena mencemari air danau dan sungai.
Sementara itu, Presiden Peru Oscar Valdes mengutuk aksi demonstrasi yang akhirnya berakhir dengan kekerasan ini. Akibat insiden ini pemerintah Peru menyatakan keadaan darurat di tiga provinsi.
()