Ekstradisi Al-Mahmoudi ilegal

Senin, 25 Juni 2012 - 15:11 WIB
Ekstradisi Al-Mahmoudi...
Ekstradisi Al-Mahmoudi ilegal
A A A
Ekstradisi Al-Mahmoudi ilegal

Sindonews.com-Presiden Tunisia Moncef Marzouki mengatakan, ekstradisi mantan Perdana Menteri Libya Al-Baghdadi al-Mahmoudi dari negerinya merupakan tindakan ilegal.

Kantor Kepresidenan Tunisia dalam pernyataan resminya menyebut keputusan mengekstradisi Al-Mahmoudi yang berusia 70 tahun itu, diambil tanpa konsultasi dan persetujuan presiden.

Keputusan mengekstradiri Al-Mahmoudi juga dikhawatirkan akan mempengaruhi kebijakan luar negeri Presiden Tunisia. "Ekstradisi itu mengancam citra Tunisia di mata dunia internasional. Tunisia terlihat seperti sebuah negara yang tidak menghargai prinsip sistem pengadilan," sebagaimana diberitakan kantor Kepresidenan Tunisia, dikutip dari BBC, Senin (25/6/2012).

Sejumlah organisasi hak asasi manusia meminta pemerintah Tunisia tidak mengekstradisi Al-Mahmoudi, karena dikhawatirkan akan mendapatkan perlakuan buruk di Libya.

Presiden Marzouki berjanji untuk menyerahkan Al-Mahmoudi awal tahun ini, jika Libya memberi jaminan sidang yang adil. Namun, pada Mei lalu, Presiden Marzouki menyatakan pemerintah Tunisia menentang opsi ekstradisi.

Sebuah pernyataan berbeda muncul dari pemerintah Tunisia yang menyatakan keputusan ekstradisi seseorang tak memerlukan persetujuan presiden. Pernyataan itu mengatakan keputusan ekstradisi dilakukan setelah laporan delegasi Tunisia menyebutkan Libya telah memenuhi syarat proses peradilan yang adil.

Al-Mahmoudi melarikan diri ke Tunisia saat perlawanan terhadap mantan pemimpin Libya Kolonel Moammar Khadafy memuncak tahun lalu. Al-Mahmoudi menjadi perdana menteri sejak 2006 dan melarikan diri ketika pasukan pendukung Khadafy tidak bisa mempertahankan Tripoli.

Pemerintah Tunisia kemudian menahan Al-Mahmoudi karena memasuki negeri itu secara ilegal dan dijatuhi hukuman penjara enam bulan. Meski akhirnya hukuman ini dibatalkan, Al-Mahmoudi tetap ditahan menyusul permohonan ekstradisi dari pemerintah Libya.

Kuasa hukum Al-Mahmoudi mengkhawatirkan keselamatan kliennya karena dia memiliki banyak pengetahuan soal rahasia pemerintahan Khadafy. (rik)
()
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
13 menit yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
40 menit yang lalu
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
2 jam yang lalu
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
5 jam yang lalu
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
6 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved