UE kurangi dana bantuan bagi negara miskin

Senin, 25 Juni 2012 - 12:22 WIB
UE kurangi dana bantuan...
UE kurangi dana bantuan bagi negara miskin
A A A
Sindonews.com-Krisis utang di negara anggota Uni Eropa (UE) mulai menimbulkan dampak pada pengurangan jumlah dana bantuan ke negara miskin, khususnya negara miskin di Afrika.

UE menerbitkan laporan bahwa selama satu dekade jumlah dana bantuan yang dikucurkan oleh UE terus mengalami penurunan. Persentase penurunan dana bantuan terbesar tercatat pada tahun 2010 dan 2011, indikasinya disebabkan besarnya utang Spanyol dan Yunani.

Bersadarkan laporan tersebut, negara UE tidak hanya menanggung krisisi ekonomi yang dihadapi negara anggota, tetapi juga beberapa negara termiskin di dunia.

"Semua negara UE kini mulai mengambil langkah penghematan, pemotongan dana bantuan kepada negara miskin merupakan bagian dari langkah penghematan UE," ungkap perilis laporan Adrian Lovett seperti dilansir dalam BBC.co.uk, Senin (25/6/2012).

Laporan ini merupakan data yang akan digunakan oleh lembaga bantuan UE untuk melakukan negosiasi tentang rencana keuangan UE tujuh tahun kedepan dengan lembaga keuangan UE.

Selama satu dekade, negara UE secara aktif mengurangi beban total dana bantuan dunia. Setengah dari seluruh dana bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia dihasilkan oleh UE.

Belanda dan beberapa negara Skandinavia menghabiskan pendapatan nasionalnya untuk bantuan internasional, kebanyakan mereka mampu memenuhi target 0,7 persen yang ditetapkan PBB untuk memerangi kemiskinan.

Jerman, Inggris dan Prancis merupakan tiga negara pendonor terbesar, masing masing menyumbangkan USD14 miliar, USD13,5 miliar dan USD12 miliar.

"Lembaga bantuan UE sangat mengkhawatirkan kondisi perekonomian tiga negara termiskin di Afrika yakni Mozambik, Tanzania dan Malawi. Mereka adalah pihak yang sangat membutuhkan dana bantuan ini, dana bantuan asing bagi mereka sangat penting untuk bertahan hidup," ungkap Lovett.

Dalam distribusinya, dana bantuan yang diberikan oleh UE menimbulkan kontroversi. Beberapa kristikus mengatakan bahwa dana bantuan menimbulkan ketergantungan, lebih baik jika dana bantuan tersebut dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, ekspor dan liberalisasi ekonomi. Hal tersebut akan menguatkan perekonomian negara penerima donor, bukannya malah menciptakan ketergantungan ekonomi.
()
Berita Terkini
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
19 menit yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
1 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
3 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
4 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved