Iran desak barat penuhi tuntutan sebelum kembali berunding
Minggu, 10 Juni 2012 - 17:47 WIB
Iran desak barat penuhi tuntutan sebelum kembali berunding
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Iran, Bigjen Ahmad Vahidi mendesak negara barat menuhi tuntutan nuklir Iran sebelum kembali menjadwalkan perundigan nuklir dengan Iran.
"Negara barat harus memenuhi permintaan Iran, permintaan Iran bersifat rasional mendapatkan izin pengunaan nuklir secara damai," ungkap Vahidi seperti diberitakan dalam Presstv, Minggu (10/6/2012)
"Kebijakan Iran untuk mempertahankan pengelolaan nuklirnya berdasarkan hak untuk mengembangkan nuklir," tambah Vahidi
Lima negara anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditambah Jerman (P5+1) seharusnya mengindahkan kesediaan Iran bekerjasama dan tidak akan menyerahkan hak mereka untuk mengembangkan nuklir.
Perundingan Iran dengan (P5+1) telah berlangsung selama dua kali, sejauh ini kedua belah pihak belum menemukan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kedua belah pihak sepakat unutk melanjutkan perundingan 18 - 19 Juni mendatang di Moskow, Rusia.
Pihak barat seharusnya mempercayai Iran pasalnnya Pemimpin Revolusi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Mengeluarkan fakta bahwa pengembangan nuklir untuk keperluan pembuatan senjata pemusnah masal adalah haram.
Sebelumnya pada 22 Februari lalu, Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak pernah berusaha membuat senjata nuklir.
"Negara barat harus memenuhi permintaan Iran, permintaan Iran bersifat rasional mendapatkan izin pengunaan nuklir secara damai," ungkap Vahidi seperti diberitakan dalam Presstv, Minggu (10/6/2012)
"Kebijakan Iran untuk mempertahankan pengelolaan nuklirnya berdasarkan hak untuk mengembangkan nuklir," tambah Vahidi
Lima negara anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditambah Jerman (P5+1) seharusnya mengindahkan kesediaan Iran bekerjasama dan tidak akan menyerahkan hak mereka untuk mengembangkan nuklir.
Perundingan Iran dengan (P5+1) telah berlangsung selama dua kali, sejauh ini kedua belah pihak belum menemukan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kedua belah pihak sepakat unutk melanjutkan perundingan 18 - 19 Juni mendatang di Moskow, Rusia.
Pihak barat seharusnya mempercayai Iran pasalnnya Pemimpin Revolusi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Mengeluarkan fakta bahwa pengembangan nuklir untuk keperluan pembuatan senjata pemusnah masal adalah haram.
Sebelumnya pada 22 Februari lalu, Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak pernah berusaha membuat senjata nuklir.
()