Suriah izinkan relawan asing masuk ke area konflik
Rabu, 06 Juni 2012 - 12:49 WIB
Suriah izinkan relawan asing masuk ke area konflik
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Suriah untuk pertama kalinyanya memberikan izin secara resmi kepada relawan selain Palang Merah Internasional. Izin tersebut untuk memasuki Suriah di empat titik pemberontakan, yakni Homs, Deraa, Idlib, and Deir Azzor.
Direktur Koordinasi dan Unit Respon Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB )bagian Koordinasi Urusan Kemanusiaan, John Ging mengatakan ke empat titik tersebut, akan ditempatkan sejumlah tim PBB untuk mengawasi para relawan.
"Saya tidak tahu apakah tindakan ini merupakan sebuah terobosan untuk beberapa hari, minggu mendatang. Yang jelas tindakan ini merupakan sebuah aksi nyata yang diambil oleh pemerintah Suriah," ungkap Ging seperti diberitakan dalam Al-jazeera, Selasa (6/6/2012).
Meskipun pemerintah Suriah memberikan izin kepada relawan asing memasuki Suriah, namun, pemerintah Suriah telah mendeklarasikan tidak menghendaki keberadaan 17 diplomat asing di Suriah.
Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, Duta Besar AS, Inggris, Prancis, Turki, Kanada, Italia, Spanyol, Belgia, Bulgaria dan Jerman kini berstatus personae non gratae (tidak diinginkan hadir di Suriah).
Langkah ini diambil sebagai tindakan balasan karena beberapa negara barat telah mengusir diplomat Suriah dari negara mereka setelah aksi pembantaian 100 orang warga desa Houla pada ahkir Mei lalu.
Direktur Koordinasi dan Unit Respon Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB )bagian Koordinasi Urusan Kemanusiaan, John Ging mengatakan ke empat titik tersebut, akan ditempatkan sejumlah tim PBB untuk mengawasi para relawan.
"Saya tidak tahu apakah tindakan ini merupakan sebuah terobosan untuk beberapa hari, minggu mendatang. Yang jelas tindakan ini merupakan sebuah aksi nyata yang diambil oleh pemerintah Suriah," ungkap Ging seperti diberitakan dalam Al-jazeera, Selasa (6/6/2012).
Meskipun pemerintah Suriah memberikan izin kepada relawan asing memasuki Suriah, namun, pemerintah Suriah telah mendeklarasikan tidak menghendaki keberadaan 17 diplomat asing di Suriah.
Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, Duta Besar AS, Inggris, Prancis, Turki, Kanada, Italia, Spanyol, Belgia, Bulgaria dan Jerman kini berstatus personae non gratae (tidak diinginkan hadir di Suriah).
Langkah ini diambil sebagai tindakan balasan karena beberapa negara barat telah mengusir diplomat Suriah dari negara mereka setelah aksi pembantaian 100 orang warga desa Houla pada ahkir Mei lalu.
()