India-AS perkuat koordinasi untuk Afghanistan

Kamis, 31 Mei 2012 - 17:12 WIB
India-AS perkuat koordinasi...
India-AS perkuat koordinasi untuk Afghanistan
A A A
Sindonews.com – Pemerintah India khawatir jika pasukan barat dan duta besar Amerika Serikat (AS) ditarik mundur dari Afghanistan maka unsur-unsur ekstrimis akan kembali berkembang.

“Amerika dan India keduanya memahami pentingnya kesuksesan di Afghanistan, mengalahkan segala rencana jahat yang dilakukan oleh kelompok yang menciptakan instablitas di Afghanistan,” ungkap duta besar Nirupa Rao, seperti dikutip oleh lembaga think tank Washington dalam pemberitaan Xinhua, Kamis (31/5/2012).

Saat ini, India dan AS terus melakukan konsultasi untuk membangun Afghanistan menjadi lebih stabil, demokratis, dan sejahtera dibanding satu tahun yang lalu.

"Setahun yang lalu, Afghanistan dirundung gelombang ekstrimisme dan radikalisme di seluruh negeri. Hal ini merugikan bagi setiap laki-laki, wanita, dan anak-anak. Jika tidak ada yang peduli dengan masa depan Afghanistan, maka siapa yang akan peduli dengan masa depan Afghanistan pasca penarikan pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO),” pungkasnya.
()
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
27 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved