NATO setengah hati tinggalkan Afghanistan

Selasa, 22 Mei 2012 - 17:07 WIB
NATO setengah hati tinggalkan...
NATO setengah hati tinggalkan Afghanistan
A A A
Sindonews.com - Berdasakan hasil jajak pendapat, 60 persen warga Amerika Serikat (AS) frustrasi dan menetang perang berkepanjangan yang dilakukan oleh pasukan NATO. Sedangkan 27 persen dari warga AS mendukung perang. Namun, pemerintah AS tidak akan menarik pasukan dari Afghanistan dengan begitu saja.

Direktur ANSWER anti-war coalition, Brian Becker dalam waktu yang lama meyakini bahwa AS, Jerman dan NATO tidak akan melepaskan Afghanistan. Negara ini, memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan letaknya juga sangat strategis.

"Pasukan NATO, AS saat ini dalam, proses penamaan ulang, mengantisipasi apa yang akan mereka hadapi di tahun mendatang, pasca 2014," ungkap Becker seperti diberitakan dalam RT, Selasa (22/5/2012)

"Penamaan ulang misi NATO di Afghanistan mereka sebut pelatihan pasukan dan pangkalan militer Afghanistan bukan pangkalan militer NATO. Apa pun yang mereka lakukan, mereka tetap pasukan NATO dan pasukan AS. Sebelumnya, akhir bulan April lalu, Barack Obama melakukan kunjungan dadakan ke Afghanistan. Khusus membicarakan masalah kemitraan. Karzai telah menyepakati penerimaan bantuan keuangan dan militer ke Afghanistan selama 10 tahun pasca tahun 2014,"beber Becker

Becker mengatakan saat ini script yang dibuat oleh AS terhadap Afghanistan berjalan sesuai rencana. Mereka menciptakan pemerintahan yang lemah, sehingga memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pendudukan asing.

Tujuan yang sebenarnya dari kependudukan AS di Afghanistan adalah mengamankan pangkalan strategi AS di Asia Selatan. Hal senada dikatakan oleh Rick Rozoff analis politik AS. "Kami melihat sesuatu yang berbeda dari kehadiran pasukan NATO dan AS di Afghanistan," ungkap Rozoff

"NATO jelas ingin memperluas kehadiran di seluruh Asia Tengah dengan cara memainkan keberadaan mereka di Afghanistan," ungkap Rozoff.

"Kondisi di lapangan jelas, Pemerintah Afghanistan belum bisa melindungi negara mereka dari serangan kelompok Alqaeda pada akhir April lalu," tandas Razoff.
()
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
36 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved