Pemberontak FARC bunuh 12 tentara Kolombia
Selasa, 22 Mei 2012 - 11:35 WIB
Pemberontak FARC bunuh 12 tentara Kolombia
A
A
A
Sindonews.com - Tentara pemberontak FARC makin brutal melawan pemerintah. Buktinya, mereka berani menyerang tentara Kolombia di dekat perbatasan Kolombia dengan Venezuela saat melakukan patroli rutin . Akibat serangan frontal itu sebanyak 12 tentara Kolombia terbunuh.
Seorang pejabat keamanan, Yusti Maria Lopez mengatakan, 12 orang tentara tewas, empat orang lainya luka-luka. "Kami tidak mengesampingkan jumlah korban tewas dari pihak pemberontak. Militer masih melakukan penyisiran apakah masih ada jasad tentara dan kelompok pemberontak di lokasi penyerangan,’’ kata Lopez.
Pemerintah Venezuela bereaksi atas penyerangan ini. Presiden Hugo Chaves membuat sebuah pengumuman di TV. "Kami akan mempertahankan negara kami, dan tidak akan mengizinkan penyerangan yang dilakukan oleh pasukan bersenjata, apa pun jenisnya tidak boleh terjadi di negara ini," ungkap Chavez seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Selasa (22/5/2012).
Venezuela juga tidak akan mengizinkan kelompok pemberontak FARC menjadikan Kolombia sebagai markas mereka. "Pemberontakan ini memang tidak terjadi di negara kita, tapi kita harus mempertahankan perdamaian dan memastikan tidak ada wilayah kita yang mendapat gangguan," tambah Chavez.
Chaves menuduh pemerintah Kolombia sebelumnya di bawah pimpinan Alvaro Uribe Velez menyembunyikan keberadaan FARC. Aksi penyerangan terjadi di wilayah pegunungan yang sangat terpencil. Wilayah ini menjadi pemukiman penduduk asli Kolombia.
Seorang pejabat keamanan, Yusti Maria Lopez mengatakan, 12 orang tentara tewas, empat orang lainya luka-luka. "Kami tidak mengesampingkan jumlah korban tewas dari pihak pemberontak. Militer masih melakukan penyisiran apakah masih ada jasad tentara dan kelompok pemberontak di lokasi penyerangan,’’ kata Lopez.
Pemerintah Venezuela bereaksi atas penyerangan ini. Presiden Hugo Chaves membuat sebuah pengumuman di TV. "Kami akan mempertahankan negara kami, dan tidak akan mengizinkan penyerangan yang dilakukan oleh pasukan bersenjata, apa pun jenisnya tidak boleh terjadi di negara ini," ungkap Chavez seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Selasa (22/5/2012).
Venezuela juga tidak akan mengizinkan kelompok pemberontak FARC menjadikan Kolombia sebagai markas mereka. "Pemberontakan ini memang tidak terjadi di negara kita, tapi kita harus mempertahankan perdamaian dan memastikan tidak ada wilayah kita yang mendapat gangguan," tambah Chavez.
Chaves menuduh pemerintah Kolombia sebelumnya di bawah pimpinan Alvaro Uribe Velez menyembunyikan keberadaan FARC. Aksi penyerangan terjadi di wilayah pegunungan yang sangat terpencil. Wilayah ini menjadi pemukiman penduduk asli Kolombia.
()