Ikut aksi protes di Kamboja, gadis 15 tahun tewas
Kamis, 17 Mei 2012 - 12:51 WIB
Ikut aksi protes di Kamboja, gadis 15 tahun tewas
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan keamanan Kamboja menembak mati seorang gadis remaja berusia 15 tahun yang ikut protes menolak pengosongan lahan demi pembangunan lahan perkembunan karet di bagian timur Provinsi Kratie.
Aksi bentrok terjadi pada hari Rabu 15 Mei 2012, pemerintah Kamboja menurunkan 400 orang pasukan demi mengamankan jalanya aksi demonstrasi yang diikuti oleh 200 orang penduduk desa. Gubenur Provinsi Kratie, Sar Chamrong membenarkan bahwa ada seorang gadis yang tewas akibat tembakan peluru petugas keamanan.
“Saya belum mengetahui rincian penembakan. Petugas keamanan menembakan senjata dan melukai serang gadis berusia 15 tahun," ungkap Sar Chamrong, seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Rabu (16/5/2012)
Chamrong menuduh penduduk desa marah atas rencana pembangunan yang dilakukan oleh perusahaan pengembangan. Penduduk desa berusaha menguasai lahan ini secara ilegal.
Pihak keamanan mengatakan, warga setempat menolak mengosongkan kawasan tersebut. Mereka mempersenjatai diri mereka dengan kapak, dan busur.Namun, kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) menuduh polisi dan militer melepaskan tembakan untuk mengusir paksa para penduduk desa.
Pemerintah mengatakan lahan yang diduduki oleh warga adalah milik pemerintah, namun sejumlah aktifis desa mengklami telah mengelola lahan pertanian tersebut selama bertahun-tahun. Para petani mengaku tidak tau akan pindah kemana jika lahan lahan mereka dikembangkan oleh perusahaan swasta. Sebelumnya aktivis yang bernama Chut Wutty tewas saat melakukan aksi protes demi perlindungan hutan.
Aksi bentrok terjadi pada hari Rabu 15 Mei 2012, pemerintah Kamboja menurunkan 400 orang pasukan demi mengamankan jalanya aksi demonstrasi yang diikuti oleh 200 orang penduduk desa. Gubenur Provinsi Kratie, Sar Chamrong membenarkan bahwa ada seorang gadis yang tewas akibat tembakan peluru petugas keamanan.
“Saya belum mengetahui rincian penembakan. Petugas keamanan menembakan senjata dan melukai serang gadis berusia 15 tahun," ungkap Sar Chamrong, seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Rabu (16/5/2012)
Chamrong menuduh penduduk desa marah atas rencana pembangunan yang dilakukan oleh perusahaan pengembangan. Penduduk desa berusaha menguasai lahan ini secara ilegal.
Pihak keamanan mengatakan, warga setempat menolak mengosongkan kawasan tersebut. Mereka mempersenjatai diri mereka dengan kapak, dan busur.Namun, kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) menuduh polisi dan militer melepaskan tembakan untuk mengusir paksa para penduduk desa.
Pemerintah mengatakan lahan yang diduduki oleh warga adalah milik pemerintah, namun sejumlah aktifis desa mengklami telah mengelola lahan pertanian tersebut selama bertahun-tahun. Para petani mengaku tidak tau akan pindah kemana jika lahan lahan mereka dikembangkan oleh perusahaan swasta. Sebelumnya aktivis yang bernama Chut Wutty tewas saat melakukan aksi protes demi perlindungan hutan.
()